Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Warga diminta untuk mewaspadai penyakit demam berdarah seiring masuknya musim penghujan tahun ini. Meskipun tahun ini kasus demam berdarah dengue turun, namun bukan berarti potensi penyakit ini disepelekan.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja Agus Sudrajat mengatakan gejala merebaknya penyakit demam berdarah bisa diketahui setelah satu bulan pertama hujan mulai turun. Umumnya, setiap kali hujan turun penyakit yang diakibatkan oleh virus mengalami peningkatan. "Termasuk untuk kasus demam berdarah. Kami berharap agar masyarakat harus mengantisipasi penyakit ini sejak dini mulai dari sumbernya," kata Agus, Jumat (9/11/2018).
Menurut Agus, kasus demam berdarah di Jogja cenderung menurun. Sejak Januari hingga November tahun ini, tercatat hanya terjadi 82 kasus. Sementara pada periode yang sama pada tahun 2017, angkanya mencapai 300 kasus. Menurunnya kasus demam berdarah tahun ini, kata Agus tidak hanya terjadi di DIY tetapi hampir di seluruh wilayah Indonesia. "Penyebabnya, salah satunya ada kemungkinan karena musim kemarau cukup panjang sehingga mempersempit mata rantai pertumbuhan nyamuk," ujarnya.
Di samping itu, lanjut Agus, penyebaran nyamuk dengan wolbachia diprediksi juga ikut menekan kasus demam berdarah. Faktor lainnya aktifnya masyarakat menjadi juru pemantau jentik (jumantik) di lingkungannya masing-masing. Namun demikian, dia meminta masyarakat tetap waspada dan melakukan antisipasi dengan memutus mata rantai pertumbuhan nyamuk. Antisipasi tersebut di antaranya dengan menguras bak mandi secara teratur, menutup setiap celah yang berpotensi menjadi genangan air, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
"Jika genangan itu sulit dibersihkan, maka bisa ditaruh ikan untuk memakan jentik nyamuk. Khusus genangan di bagian talang rumah, juga harus dibersihkan dengan memanjat ke atap rumah," imbaunya.
Orang tua juga dituntut responsif terhadap setiap gejala demam berdarah. Jika anaknya mengalami demam hingga dua hari, maka diimbau untuk diperiksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Seluruh puksesmas lanjut Agus dilengkapi dengan fasilitas NS1 atau deteksi dini demam berdarah. Melalui fasilitas tersebut, pasien yang mengalami demam dua hari, bisa langsung diketahui apakah gejala demam berdarah atau bukan. "Dengan alat ini pola penanganannya bisa dilakukan lebih awal dan cepat. Ini untuk menghindari rIsiko kematian," katanya.
Agus menambahkan, gejala demam berdarah yang sudah bisa diketahui maka penanganannya juga lebih mudah. Hal ini lantaran banyak kasus demam berdarah yang sudah masuk dalam fase syok atau kategori parah karena penanganannya terlambat. "Semakin cepat ditangani, maka akan menghidarkan pasien dari kematian. Ini semua tergantung dari kesiapan kita," jelasnya.
Sedangkan antisipasi musim hujan yang paling ampuh ialah dengan menjaga daya tahan tubuh supaya tidak mudah terserang penyakit. Di antaranya dengan istirahat yang cukup, menjaga pola makan asupan sayur dan buah, banyak minum air putih hingga berperilaku hidup bersih dan sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.