56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul saat melakukan pemantauan lahan pertanian di Desa Jetis, Saptosari, Gunungkidul. /Ist- Dok Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul terus melakukan pemantauan terhadap tanaman pertanian milik masyarakat. Hujan yang sempat berhenti beberapa waktu dapat berdampak terhadap perkembangan lahan pertanian.
Meski demikian, hasil dari pemantauan dari tim dari dinas pertanian dan pangan, tanaman milik warga tetap tumbuh dengan baik, meski pasokan air sempat berhenti hujan tidak turun.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, hujan yang berhenti turun beberapa minggu sempat menimbulkan kekhawatiran akan berpengaruh terhadap proses pertumbuhnan tanaman yang ditanam petani. Meski demikian, hasil dari pemantauan yang dilakukan tim, tanaman milik warga dapat tumbuh dan terhindar dari kematian.
“Sudah kita cek dan tidak ada tanaman yang mati. Beberapa lahan di Girisubo, Tepus, Tanjungsari juga masih tumbuh, meski hujan sempat berhenti turun beberapa minggu,” kata Raharjo, Senin (26/11/2018).
Dia pun menyakini tanaman pertanian milik warga akan tetap tumbuh dengan baik. Hal ini mengacu pada curah hujan yang kembali naik sehingga kebutuhan air untuk pemeliharaan dapat dicukupi. “Sejak dua hari lalu hujan sudah kembali turun. Jadi, untuk pemeliharaan tidak ada masalah,” katanya.
Disinggung mengenai proses penyaluran pupuk bersubsidi, Raharjo mengakui proses distribusi masih terus dijalankan. Namun demikian, ia menuturkan proses penyaluran masih berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok dan kuota diambil oleh perwakilan kelompok. “Nantinya program pupuk bersubsidi akan diambil dengan kartu tani, tapi hingga sekarang program tersebut belum bisa dijalankan,” katanya.
Salah seorang petani di Dusun Cekel, Jetis, Saptosari, Sunardi mengaku sempat khawatir tanam jagung yang dimiliki akan mati karena hujan yang berhenti beberapa waktu. Namun demikian, sejak dua hari lalu hujan sudah kembali turun sehingga kebutuhan air untuk pemeliharaan dapat tercukupi.
“Mudah-mudahan tidak berhenti lagi sehingga tanaman jagung tetap dapat tumbuh dengan baik,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Jadwal layanan SIM Kulonprogo Sabtu 26 September 2026 di MPP dan SIMENOR. Cek lokasi, jam pelayanan, syarat, dan jenis SIM yang dilayani.
Jadwal SIM Sleman Sabtu 26 September 2026 tersedia di MPP Sleman dan SIM Keliling Malam. Cek lokasi, jam, dan syarat lengkapnya.
Jadwal layanan SIM Jogja Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.