Habib Muda Umumkan Merapat ke Jokowi, Mengaku Banyak Tekanan

Habaib Muda Nusantara atau HADANA. - Suara.com/Erick Tanjung
27 November 2018 17:50 WIB Newswire Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin kini didukung Habaib Muda Nusantara atau HADANA.

HADANA mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi Widodo atau Jokowi - Maruf Amin. Deklarasi itu digelar di cafe Kopi Politik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).

Deklarasi ini dihadiri oleh Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Maman Imanulhaq. Koordinator Hadana, Syahdu Al-Idrus menyampaikan bahwa mereka para Habib muda mendukung petahana karena dianggap telah terbukti bekerja untuk rakyat.

“Kami melihat pasangan calon nomor 1 telah bekerja keras dan bekerja nyata untuk rakyat. Perhatiannya sangat besar pada rakyat, semua merasakan kerja nyata beliau,” kata Syahdu dalam pidatonya.

Dia mengaku, para Habib muda ini bukan baru kali mendukung Jokowi, namun sejak Pilpres 2014. Meski begitu, tidak sedikit tekanan yang mereka alami karena mendukung petahana. Mengingat juga banyak dari para habib yang mendukung pasangan No 2, Prabowo - Sandiaga.

“Tak terkecuali saya sendiri mendapat banyak teguran dan keluhan, tapi pendirian kami mantab mendukung paslon No 1,” tutur dia.

Menurutnya, Sandiaga Uno sebagai Cawapres nomor urut 2 belum layak memimpin Indonesia. Sebab Sandi dinilai belum punya pengalaman dan prestasi dalam mengurus pemerintahan.

“Menurut hemat kami dengan segala hormat, bahwa capres 02 sudah lama fakum dari pemerintahan. Kemudian sangat disayangkan memilih cawapres yang tidak punya prestasi signifikan, sehingga membuat kami ragu dan tidak mantab,” kata dia.

“Sementara capres 01, Jokowi pernah menjadi Wali Kota yang sukses di Solo, kemudian jadi Gubernur DKI Jakarta dengan jejaknya nyata. Perhatiannya nyata terhadap rakyat, tanpa memandang suku dan ras. Begitu juga KH. Maruf Amin sejak jadi santri sampai Ketua MUI sukses dan beliau juga ahli ekonomi syariah,” lanjutnya.

Sumber : Suara.com