Pemkab Gunungkidul Dorong Investor Bangun Resort

Logo Gunungkidul
04 Desember 2018 17:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, membuka kesempatan bagi investor utamanya penginapan untuk membuka resort. Dengan adanya penginapan tersebut diharapkan dapat meningkaykan lama tinggal wisatawan.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan untuk menjaga ekosistem kawasan karst investor didorong untuk membangun resort, dikhawatirkan jika hotel besar yang dibangun akan merusak lingkungan.

“Jika dibuat tingkat itu karena 53% merupakan kawasan karst. Nanti kalau tinggi ambleg atau jebol karena sinkhole atau lubang yang biasa muncul di kawasan karst kita malah beban,” ujar Badingah, Selasa (4/12).

Diakuinya saat ini sektor pariwisata memang menjadi salah satu penyangga ekonomi masyarakat selain Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun yang menjadi kendala saat ini wisatawan hanya tinggal dalam waktu yang singkat. Dengan adanya resort tersebut diharapkan dapat mengatasi kendala itu.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan saat ini lama tinggal wisatawan di Gunungkidul masih sekitar 1,44 hari, artinya rata-rata wisatawan datang pagi sore menginap di Jogja.

“Belum ada hotel atau penginapan yang bisa menampung ratusan orang disini itu yang menjadi kendala. Sering kita melakukan promosi wisata tetapi mereka tanya adakah hotel yang bisa menampung sampai 12 bis, dan kami jawab disini tidak ada,” ujarnya.

Kepala Bidang Pendapatan dan Pengawasan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Gunungkidul, Mugiyono mengungkapkan angka pajak hotel, losmen hingga homestay setiap tahunnya masuk Rp700 juta, dan untuk hiburan Rp154 juta.

“Untuk target pajak tahun ini sendiri Rp43 Miliar dan sudah mencapai 90%. Tahun depan kita tingkatkan sebesar Rp47 Miliar,” katanya.

“Potensi pajak sebenarnya besar, tetapi belum banyak WP [Wajib Pajak] yang melaporkan sesuai dengan omsetnya, untuk itu tahun depan kita tingkatkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Gunungkidul, Irawan Jatmiko menambahkan saat ini pihaknya menerima beberapa pengajuan perizinan hotel dan resort. Beberapa diantaranya di Kecamatan Purwosari, Saptosari dan sejumlah wilayah lainnya.

“Sudah ada kok yang mengajukan izin,” katanya.

Saat ini sektor pariwisata menjadi penopang investasi terbesar di Gunungkidul. “Pariwisata itu hampir 60% investasi di Gunungkidul, pariwisata tidak hanya hotel tetapi juga rumah makan ataupun restoran,” ucapnya. (Herlambang Jati Kusumo)