Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Pembina Museum Bahari Laksamana Madya TNI (Purn) Yosafat Didik Heru Purnomo memberikan sambutan sebelum dimulainya lomba renang di Kolam Renang Akademi Angkatan Udara (AAU), Kompleks Lanud Adisutjipto, Berbah, Sleman, Minggu (9/12/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Museum Bahari Yogyakarta menggelar lomba renang tingkat SMP dan SMA se-DIY di Kolam Renang Akademi Angkatan Udara (AAU) kompleks Lanud Adisucipto, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Minggu (9/12/2018). Lomba renang sebagai rangkaian peringatan Hari Armada Ke-73 menjadi upaya untuk menanamkan rasa cinta pelajar kepada dunia maritim.
Lomba renang yang digelar memperebutkan Piala Laksamana Madya TNI (Purn) Yosafat Didik Heru Purnomo yang pernah menjadi Kasum TNI 2008-2009. Acara tersebut juga didukung oleh Lanal Yogyakarta, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) dan Akademi Angkatan Udara (AAU).
Pembina Museum Bahari Laksamana Madya TNI (Purn) Yosafat Didik Heru Purnomo mengatakan sebagai peringatan Hari Armada Ke-73 dia berharap agar masyarakat semakin mencintai air, kelautan dan dunia maritim. "Negara ini negara kepulauan, dengan mencintai maritim, nantinya mampu membawa negara kepulauan ini menjadi negara yang bermartabat," ujarnya, Minggu.
Ia juga berharap peserta lomba bisa mengikuti lomba dengan sportif. "Ini adalah perlombaan renang, tapi yang perlu ditekankan yaitu kecintaan pada dunia maritim," katanya.
Tahun ini jumlah peserta mencapai 150 orang, lebih banyak dibanding pelaksanaan lomba pada 2017 yang diikuti 96 orang peserta. Kategori yang dilombakan ada tiga gaya, yakni gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung.
Yosafat Didik mengatakan selain lomba renang diadakan juga lomba cerdas cermat maritim untuk siswa SMP dan SMA se-DIY sebagai bentuk mengasah pengetahuan tentang maritim di tingkat pelajar. Nantinya peserta cerdas cermat yang juara akan diajak ke Surabaya melihat langsung dunia maritim.
"Kami menyasar pelajar agar mereka tahu asal usul bangsa Indonesia adalah bangsa maritim. Bangsa ini sudah lama memunggungi maritim. Kalau hanya membuat kapal, dana pasti ada, tapi untuk mengubah budaya maritim itu sulit," katanya.
Di sela-sela lomba, ditampilkan tari gemufamire dari PIA Ardhya Garini AAU, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang Sleman, Bhayangkari Polresta Jogja dan Jalasenastri Lanal Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Energi hijau dan digitalisasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Investasi Rp2.258 triliun dibutuhkan untuk mengejar pertumbuhan 6 persen pada 2027.
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Hyundai membatalkan peluncuran Ioniq 3 di Australia karena biaya impor tinggi. Harga mobil listrik itu dinilai sulit bersaing.