Sultan Malu Ada Pesta Seks di Sleman: Kene Ngawasi Siji-Siji Yo Raiso...

Sri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta. - Harian Jogja/Desi Suryanto
15 Desember 2018 17:17 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengaku sedih terkait dengan adanya pesta seks yang terjadi di salah satu homestay di kawasan Condongcatur, Depok Sleman pada Selasa (11/12/2018) lalu.

"Sedih aku, malu, saya enggak mengerti kenapa di Jogja kok bisa terjadi seperti itu," ujarnya saat meresmikan Balai Desa Caturtunggal, Depok, Sleman pada Sabtu (15/12/2018).

Orang nomor satu di DIY ini berharap itu merupakan kasus yang pertama dan terakhir karena sangat tidak sesuai dengan DIY yang sangat menjunjung tinggi budaya dan norma-norma.

"Cara menanggulangi? Kene ngawasi siji-siji yo raiso," katanya.

Oleh karena itu, HB X berharap masyarakat memiliki pola pikir dan itikad yang baik. Kegiatan seperti itu, menurutnya tidak beradab dan merupakan penistaan terhadap diri sendiri.

"Proses hukum harus tetap berjalan. Hukum harus ditegakkan agar tidak terjadi lagi kegiatan seperti itu," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY mengamankan 12 orang yang diduga melakukan kegiatan pesta seks di salah satu homestay di daerah Condongcatur, Depok, Sleman pada Selasa (11/12/2018) sekitar pukul 23.00 WIB.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Polisi Hadi Utomo menjelaskan sudah menetapkan dua tersangka pada peristiwa tersebut, yaitu AS dan HK.

"Kami menetapkan kedua orang tersebut sebagai tersangka karena berdasarkan saksi dan barang bukti yang kami temukan. Kami juga menemukan keterangan yang sesuai antara satu saksi dengan yang lainnya yang mengarahkan kepada kedua orang tersebut," ujarnya pada Jumat (14/12/2018) di Mapolda DIY.