Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Bisa Jadi Daya Tarik Wisata

Guguran lava Gunung Merapi kembali terjadi pada Minggu (16/12/2018) sekitar pukul 19.08 WIB. - Ist/Dok BPPTKG
23 Desember 2018 08:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Gunung Merapi seringkali mengeluarkan guguran lava pijar akhir-akhir ini. Guguran tersebut masih dianggap hal yang wajar dan bisa dijadikan daya tarik wisata. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengimbau agar warga tetap tenang dan tetap waspada.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengatakan terkait beberapa kali terjadinya guguran lava pijar Gunung Merapi, pihaknya mengimbau agar warga tidak perlu panik.

"Intinya masyarakat harus paham dan tidak perlu panik dengan seringnya terjadi guguran lava pijar selama berada di titik aman yang di rekomendasikan BPPTKG [Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi]. Justru ini akan menjadi daya tarik tersendiri apabila guguran lava pijar ini terlihat di malam hari, seperti yang terjadi tahun 2006," katanya pada Jumat (21/12/2018).

Ia mengatakan meski demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat juga tetap waspada terkait adanya daya tarik dari guguran lava pijar tersebut. Selain itu, ia mengatakan objek wisata lain pun di sekitaran Gunung Merapi tetap aman dikunjungi.

Guguran lava pijar telah terjadi beberapa kali sejak munculnya kubah lava pada Agustus lalu. Terbaru, guguran lava terjadi pada Jumat (21/12/2018) dengan durasi 129 detik dan jarak luncurnya sampai 1 kilometer. Arah luncur dari lava pijar itu menuju Kali Gendol.

Kasi Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan guguran lava pijar Gunung Merapi merupakan hal yang biasa terjadi. "Guguran lava pijar itu hal biasa terjadi ketika kubahnya tumbuh, seperti batuan yang lepas yang didesak dari dalam dari magma. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kalau tidak terjadi malah bahaya, ada akumulasi tekanan nantinya," ujar Agus.

Ia mengatakan dengan terjadinya guguran lava pijar itu, masyarakat bisa menyaksikan asalkan dengan jarak yang aman. Saat ini status Gunung Merapi masih pada level II atau waspada.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak perlu panik. Selain itu, BPPTKG masih memberikan himbauan agar jarak 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi dapat dikosongkan. Sementara penduduk yang masuk pada Kawasan Rawan Bencana III lebih meningkatkan kewaspadaan.