27 Sekolah Dasar di Gunungkidul Akan Digabung

Logo Gunungkidul
03 Januari 2019 22:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul targetkan penggabungan (regrouping) puluhan sekolah yang dimulai dari 2018 hingga pertengahan 2019 nanti.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan alasan regrouping tersebut untuk efektivitas dan efisiensi untuk tenaga pengajar. Selain itu juga dilakukan atas dasar Surat Edaran Mendagri Nomor 421.2/2501/Bangda/1998 tentang Pedoman Pelaksanaan Penggabungan (Regrouping) SD Negeri.

Adapun SD yang di regrouping hingga Juni nanti ada 27 sekolah dari total sekolah di Gunungkidul sebanyak 474. Sekolah-sekolah tersebut dilakukan regrouping lantaran tidak mencapai 120 murid, dan beberapa sekolah setiap tahun ajaran baru, siswa yang mendaftar semakin berkurang.

“Idealnya satu SD minimal punya 120 murid, nah itu jumlahnya kurang dari 70 murid. Diharapkan dengan regrouping tersebut kegiatan belajar mengajar lebih efektif dan efisien,” kata Bahron, Kamis (3/1/2018).

Kepala Bidang SD Disdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita menambahkkan selain karena kurangnya siswa, regrouping juga dilakukan agar kinerja guru dapat maksimal dan sama rata dalam mengajar siswa, tidak ada yang sesuka hati karena murid sedikit.

Dicontohkannya ada guru PNS yang mengajar delapan murid dan gajinya sama dengan yang mengajar puluhan murid. “Jadi dengan regrouping itu kerja lebih efektif dan efisien,” katanya.

Diungkapkannya, beberapa SD memang sudah setuju untuk diregrouping seperti SDN 1 Mulo dan SDN 3 Paliyan yang sebelumnya sempat ditolak oleh orangtua siswa.

Untuk SDN 3 Paliyan sendiri diambil solusi dengan tetap mempertahankan kegiatan belajar mengajar di SDN 3 Paliyan hingga siswa, hingga kelas 1 habis dan tidak menerima siswa baru. Sementara kegiatan administrasi sudah dilakukan di SDN Giring

Sementara itu untuk aset dari sekolah diregrouping untuk aset bergerak akan dimungkinkan dibawa ke SD yang menjadi tujuan regrouping. Sementara untuk aset tidak bergerak seperti gedung, akan diserahkan ke Pemkab Gunungkidul.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Imam Taufik mengungkapkan orangtua siswa SDN 3 Paliyan sempat mengadu kedepan karena permasalahan regrouping, namun saat ini sudah ada jalan tengah, ia pun berharap ke depan tidak terjadi masalah lagi saat proses regrouping.

“Kalau kami mendorong agar ada komunikasi yang baik saat akan proses regrouping itu. Sosialisasi ke orangtua harus jelas dan mereka diberikan pemahaman pentingnya regrouping,” kata Imam.