Dipanggil Ombudsman, Rektor UGM Dicecar 7 Pertanyaan terkait Kasus Dugaan Perkosaan

Rektor UGM Panut Mulyono diwawancarai awak media saat memenuhi panggilan ORI DIY, Selasa (8/1/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
08 Januari 2019 17:50 WIB Yogi Anugrah Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rektor UGM Panut Mulyono menghadiri panggilan dari Ombudsman RI (ORI) perwakilan DIY, Selasa (8/1/2019) terkait dengan kasus dugaan perkosaan mahasiswi bernama Agni (bukan nama sebenarnya).

Panut mengatakan kedatangannya ke Kantor ORI DIY pada Selasa untuk menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan prosedur penanganan kasus ini, terutama penanganan dari awal sampai akhir. Pihak ORI, kata dia, masih kurang informasi tentang kekosongan waktu-waktu penanganan.

"Tadi sudah kami jelaskan, bahwa pada tanggal-tanggal kekosongan itu kami melakukan apa. Ada tujuh pertanyaan yang diajukan oleh pihak ORI DIY dan berkembang dengan diskusi," ungkap dia.

Untuk perkembangan laporan terkait dengan kasus ini di Polda DIY, ia mengatakan hal tersebut berjalan independen, dan pihaknya mengikuti proses hukum yang berjalan.

"Hasil proses hukum kita tunggu saja. Untuk hasil dari komite etik sudah diserahkan kepada pimpinan Universitas, saat ini sedang kami kaji dan pelajari," ujar dia.

Sementara itu, Ketua ORI DIY Budhi Masturi mengatakan kedatangan Rektor UGM ke Kantor ORI DIY untuk memberikan penjelasan terkait dengan penanganan persoalan dugaaan pelecehan seksual. Pihaknya, kata dia, mengajukan tujuh pertanyaan seputar peran dan tugas rektor, tindak lanjut dari kampus, serta langkah-langkah apa yang dilakukan UGM untuk merespon persoalan tersebut.

"Rektor sangat terbuka dan memberikan semua informasi yang dibutuhkan. Rektor juga didampingi oleh jajarannya yang bisa melengkapi informasi yang kami butuhkan," kata dia.

Terkait dengan adanya dugaan maladministrasi oleh UGM dalam penanganan kasus ini, ia menjelaskan hal tersebut masih diuji oleh pihaknya dengan berdasarkan keterangan dan informasi yang sudah didapat selama melakukan proses investigasi.

"Sampai saat ini kami telah memeriksa delapan pihak dari UGM. Mulai dari Balairung, Dekan Fisipol dan Teknik, Dosen Pembimbing Lapangan, Mahasiswa Kita Agni, Rektor UGM dan lainnya," ucapnya.

Dengan kehadiran Rektor ini, ia mengatakan pihaknya akan segera melengkapi hasil investigasi dan menyusun kesimpulan, saran dan tindakan kolektif yang nantinya bisa berkontribusi untuk peningkatan pelayanan di UGM.

"Dalam waktu dekat hasil investigasi akan kami sampaikan," pungkasnya.