Gunung Merapi Keluarkan Guguran Lava 30 Kali Setiap Hari

Guguran lava pijar gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (29/12/2018) dini hari. Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada Sabtu pukul 00.13 WIB terjadi guguran lava pijar Gunung Merapi dengan jarak luncur 400 meter ke arah hulu Kali Gendol. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
08 Januari 2019 00:17 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava mencapai 30 kali dalam sehari dengan jarak luncuran antara 200 hingga 600 meter. Meski intensitas guguran akhir-akhir ini sering terjadi, namun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY belum berencana menaikkan status merapi. Masyarakat lereng merapi diimbau untuk tetap tenang dan tidak beraktivitas pada radius tiga kilometer dari puncak Merapi.

Kasi Gunung Merapi BPPTKG DIY Agus Budi Santoso menjelaskan pasca terjadi guguran lava dengan jarak luncuran sejauh 1,2 kilometer pada Jumat (4/1/2019) malam lalu, guguran terjauh yang terjadi hanya 600 meter. Ia mengatakan saat ini rata-rata guguran mencapai 30 kali setiap harinya namun tidak semuanya dapat terpantau karena sangat tergantung kondisi cuaca.

"Kalau jumlah guguran ada banyak, sekitar 30-an kali, tetapi yang teramati hanya beberapa, seringnya sih [jarak luncuran guguran] hanya 200 meter, ada 300 meter," ungkapnya Senin (7/1/2019).

Ia menambahkan dengan jarak luncuran lava yang tidak lebih dari satu kilometer itu masih sangat aman karena material tidak sampai ke hulu Sungai Gendol. Melainkan hanya di meluncur di seputar kawah bahkan lebih banyak di dalam kawah.

Belum ada aktivitas merapi saat ini yang berimplikasi pada peningkatan ancaman bahaya ke penduduk. Sehingga rekomendasi daerah bahaya masih pada radius tiga kilometer. Ia memastikan aktivitas saat ini belum memenuhi kriteria untuk peningkatan status, sehingga merapi masih pada status waspada. "Selama itu belum berubah ya belum ada evaluasi," katanya.

Aktivitas guguran yang tergolong dominan, lanjutnya, masih dalam taraf wajar karena sedang dalam pertumbuhan kubah lava. Ia mengimbau kepada warga di sekitar lereng merapi agar tetap beraktivitas seperti biasa tidak perlu panik atau takut. Karena erupsi merapi saat ini lebih cenderung lemah dibandingkan erupsi sebelumnya.

"Erupsi saat ini justru kembali pada erupsi lama, yang selama ini masyarakat sekitar lereng sudah mengenal, insyaallah masyarakat tahu bahwa erupsi semacam ini tidak berbahaya," ucapnya.