April Beroperasi, Ini Progres Terbaru Pembangunan Bandara Kulonprogo

Sri Sultan HB X (kiri) mendengarkan pemaparan progres pembangunan NYIA dalam peninjauan di lokasi bandara NYIA, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Selasa (8/1/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
10 Januari 2019 06:50 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Progres pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) terhitung sejak Oktober 2018 hingga saat ini telah mencapai 25% dari total kontrak. Tiga bulan ke depan sebelum persemian pada April mendatang, PT Angkasa Pura 1, menarget progres pembangunan bisa bertambah 25 % lagi.

"Kami kejar terus sampai target pembagunan sesuai yang ditetapkan," kata Manajer Proyek NYIA, Taochid Purnama di sela-sela kunjungan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di lokasi pembangunan NYIA, Kecamatan Temon, kepada awak media, Selasa (8/1/2019) lalu.

Dia mengatakan proyek NYIA saat beroperasi, pada bagian airside atau sisi udara ditargetan selesai 23 persen. Untuk infrastruktur dan gedung pendukung 77,7 %. Adapun saat ini, airside telah selesai 5% dan landside mencapai 7% dari total nilai kontrak.

Dalam pembangunan landasan pacu, Taochid, menarget pihaknya dapat melakukan pengaspalan pada Februari.

Sementara saat ini landside itu masih tahap pengerasan, penambahan pasir dan batu, kemudian ditambah batu pecah. Nanti, dilakukan material pondasi atau CTB, baru diaspal dengan tinggi sekitar 27 sentimeter.

Untuk percepatan pembangunan, PT AP 1 bakal menambah nilai anggaran hingga Rp3,05 triliun untuk proyek bandara di Kecamatan Temon itu. Dengan tambahan ini, total dana keseluruhan untuk pembangunan bandara baru itu hingga akhir 2019 mendatang mencapai Rp6,1 triliun.

"Kami berharap PT Pembangunan Perumahan mampu menyelesaikan proyek Bandara NYIA pada akhir 2019 ini, sehingga anggaran Rp6,1 triliun terserap semua," kata dia.

Adapun rincian dari keseluruhan dana itu sebesar Rp4 triliun telah digunakan untuk pembebasan lahan pada 2018. Sementara untuk pelaksanaan proyek pembangunan fisik yang saat ini masih berlangsung menelan dana Rp1,4 triliun.

"Pencairan dana ini secara tahun jamak, maka bisa dicairkan terus dengan catatan sesuai proyek yang selesai dikerjakan tidak putus," jelas Taochid.

Direktur Teknik AP I Lukman Laisa mengatakan pembangunan Bandara NYIA sudah sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. Begitu juga persentase perkembangan pembangunan bandara. Meski begitu ada persoalan lain yang masih harus segera dilakukan, yakni pembersihan tambak udang di sisi selatan runway. Saat ini, masih beroperasi, padahal lokasi tersebut akan menjadi kawasan hijau yang menjadi tanggung jawab PT AP I.