Ini Kecamatan di Sleman yang Paling Banyak Kasus Tuberkulosis

Ilustrasi. - Reuters
17 Januari 2019 08:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Kecamatan Depok Sleman menduduk peringkat pertama dari total kasus tuberkulosis (TB) di Sleman yang tembus 1.016 kasus. Sebanyak 109 kasus berada di kecamatan ini.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sleman Dulzaini mengatakan jumlah tingginya kasus tuberkulosis di Kecamatan Depok dikarenakan angka penduduk yang tinggi, sehingga prevalensinya juga tinggi. "Petugas yang makin aktif dalam penentuan penyakit TB sehingga penemuannya juga banyak. Keuntungannya semakin banyak ditemukan dan diobati, penularan bisa ditekan atau semakin kecil," kata Dulzaini kepada Harian Jogja, Rabu (16/1/2019).

Ia mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan jika semua kasus TB harus ditemukan. "Jadi TB di luar paru juga harus dideteksi, contohnya TB Kulit, TB Usus, dan TB Tulang juga harus ditemukan," katanya.

Dulzaini menambahkan TB pada umumnya dikarenakan bakteri yang menyebabkan penyakit tuberkulosis. "Faktor-faktor yang menyebabkan itu, yaitu pertama disebabkan oleh kuman, kebersihan lingkungan di mana penderita TB sangat kurang atau cenderung kumuh, dan kemudian secara gizi si penderita TB sangat lemah," katanya.

Penderita TB yang 100 persen sembuh di Kabupaten Sleman, lanjutnya, akan diberikan reward dengan uang senilai Rp200.000. Program tersebut menurutnya sudah berjalan lama dua hingga tahun ini.

Antisipasi yang harus dilakukan untuk menghindari penyakit TB adalah si penderita TB tentunya harus memakai masker, lalu tidak melulu di dalam ruangan yang ventilasi udaranya jelek. "Sebenarnya bakteri TB jika terkena matahari selama 30 menit akan hilang, sebenarnya mudah," tutup Dulzaini.