Rekayasa Arus Mulai Dilakukan, Pengerjaan Underpass Sisi Barat Ditarget Selesai Tiga Bulan

Kemacetan yang terjadi dari arah Timur ke Barat di Simpang Kentungan pada Jumat (19/1). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
19 Januari 2019 06:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Proses Pengerjaan Underpass Kentungan, Depok, Sleman dimulai dari sisi barat dan ditarget selesai tiga bulan. Kemacetan arus lalu lintas mulai tampak sebagai dampak rekayasa arus di area pelaksanaan proyek tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kretek 2 dan Underpass Kentungan Cs Wilayah DIY Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Muhammad Sidiq Hidayat mengatakan pihaknya menargetkan pengerjaan sisi barat selesai dalam waktu tiga bulan.

"Pembangunan sisi barat membuat jalur cepat sisi barat ditutup dan dialihkan ke jalur lambat," kata dia pada Jumat (19/1/2019).

Lebih lanjut, ia menjelaskan setelah pengerjaan sisi barat, pihaknya akan mengerjakan sisi timur, untuk itu ia mengimbau agar kendaraan-kendaraan besar agar menghindari Simpang Kentungan.

"Kami sudah memasang rambu-rambu yang sesuai standar dilebih dari 16 simpang, jika masih ada kendaraan-kendaaran besar yang melewati Simpang Kentungan, itu dikembalikan ke orangnya," katanya

Kepala Urusan Pembinaan dan Operasi Satlantas Polres Sleman, Iptu Riki Heriyanto mengatakan pihaknya sudah melakukan rekayasa lalu lintas di Simpang Kentungan sejak Jumat (19/1/2019). Jalur cepat dari timur ke barat tepatnya di sisi barat simpang empat sudah ditutup sejak pagi.

"Kendaraan menuju ke arah Barat akan dialihkan melewati jalur lambat," katanya.

Ia menambahkan, untuk alur lampu lalu-lintas, pihaknya juga membuat perubahan perputaran, terlebih dahulu dari arah timur ke barat. Sebaliknya barat ke timur, diikuti selatan ke utara baru kemudian dari utara ke selatan. 

"Kami berupaya agar lalu-lintas tetap bisa berjalan dengan baik,” kata dia.

Untuk memastikan kelancaran rekayasa selama proses pengerjaan Underpass Kentungan, pihaknya bersama instansi terkait lainnya akan menyiagakan anggota selama 24 jam.

"Kami menghimbau juga agar masyarakat pengguna jalan bisa memilih jalur alternatif,” ujar dia.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja, sejak jalur cepat menuju arah Barat ditutup, terjadi penumpukan kendaraan terutama dari arah Timur menuju Barat.