92 Warga Binaan Belum Masuk DPT. Ini Alasannya

Komisioner Bidang Teknis KPU Gunungkidul, Andang Nugroho mencoba menduduki kotak suara berbahan dupleks di Kantor KPU Gunungkidul, Rabu (19/12/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
19 Januari 2019 19:17 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Sosialisasi Pemilu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Mlati, Jumat (18/1/2019). Dari kegiatan sosialisasi itu, KPU Sleman juga menemukan data masih ada 92 warga binaan yang belum masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) karena belum mengumpulkan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

"Setelah kami pantau, dari 295 warga binaan, ada 166 warga binaan yang masih disini sampai 14 April 2019 dan 74 warga binaan sudah mengumpulkan KK dan sudah terdaftar DPT. Kami masih menunggu 92 orang yang belum terdata untuk mengirimkan KK atau KTP oleh keluarga mereka,” kata dia Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Cebongan, Erik Murdiyanto, Jumat.

Lebih lanjut, pihaknya sudah membagi warga binaan dalam tiga kategori dalam rangka pendataan jelang Pemilu 2019. "Kategori satu, sudah memiliki KK dan KTP. Kategori dua, memiliki KK saja dan belum merekam e-KTP. Kategori tiga, tidak ada KK dan KTP tidak ada," paparnya.

Erik juga sudah turun ke blok warga binaan dan memberikan informasi kepada pihak keluarga agar mereka mengumpulkan data diri berupa KK atau KTP, sehingga warga binaan bisa terlindungi hak pilihnya. "Keluarga bisa mengirimkannya [KK dan KTP] via pos atau via email," kata dia.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan ada dua topik sosialisasi yang disampaikan kepada para warga binaan. Pertama, sosialisasi terkait cara memilih dan tahapan pemilu. Kedua, sosialisasi terkait dengan proses pindah memilih.

"Sleman ini memang agak khusus karena banyak kampus, pondok pesantren, sekolah, yang para pelajar atau mahasiswanya memiliki e-KTP bukan Sleman. Di titik inilah kami proaktif jemput bola untuk mendorong mereka melakukan proses pindah memilih," ujar dia.