Personel PPK Ditambah, Simulasi Digencarkan

Ilustrasi. - JIBI/Nicolous Irawan
20 Januari 2019 22:15 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Keterbatasan jumlah personel Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dikhawatirkan bakal mengganggu tahap penghitungan suara pemilu yang bakal digelar 17 April 2019. Sebagai langkah antisipasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menambah jumlah personel dan menggencarkan simulasi.

Di Kabupaten Gunungkidul, KPU setempat menambah jumlah personel PPK, yang awalnya hanya beranggotakan tiga orang, kini ditambah menjadi lima orang. Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan untuk menghitung jumlah suara di tempat pemungutan suara (TPS) diantisipasi dengan membatasi jumlah pemilih maksimal 300 orang pemilih untuk setiap TPS. Di setiap TPS nantinya akan ada lima orang petugas. "Dua orang tambahan personel untuk PPK sudah dilantik pada 2 Januari 2019," ucap Hani, sapaan akrabnya saat ditemui Harian Jogja, Minggu (20/1/2019)

Hani menjelaskan untuk rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPK akan dibuat paralel empat kelompok. KPU juga melakukan bimbingan teknis (bimtek) terkait dengan pemungutan dan penghitungan suara kepada KPPS serta rekapitulasi penghitungan suara kepada PPK juga bakal dimaksimalkan.

Di Kabupaten Kulonprogo, KPU menggelar simulasi untuk mengantisipasi lamanya penghitungan suara. Lamanya penghitungan suara terjadi lantaran ada lima surat suara untuk setiap pemilih yang harus dihitung.

Ketua KPU Kulonprogo, Ibah Muthiah, mengatakan jajarannya pada Jumat (18/1) menggelar simulasi pencoblosan dan penghitungan suara. "Karena tahun ini pemilu digelar secara serentak dan surat suaranya juga ada lima, maka proses pencoblosan dan penghitungan suara bakal lebih lama. Hasil dari simulasi, dari proses pencoblosan sampai rekapitulasi suara dibutuhkan waktu paling lama lima hari," ujarnya saat ditemui Harian Jogja, Minggu

Ibah mengatakan dalam simulasi yang digelar melibatkan semua anggota PPK di Kulonprogo. "Masing-masing kecamatan ada tiga orang PPK," kata Ibah.

Ibah mengatakan jajarannya tidak akan menambah personel untuk mengantisipasi lamanya proses penghitungan suara. KPU Kulonprogo, menurut Ibah, lebih memilih memaksimalkan koordinasi mulai dari PPK sampai di tingkat TPS.

Pada Pemilu 2019 di Kulonprogo terdapat 1.258 TPS. Menurut Ibah, sampai saat ini selain surat suara, semua logistik sudah tersimpan di Gudang KPU Kulonprogo. Beberapa hari menjelang pelaksanaan pemungutan suara, KPU Kulonprogo akan mendistribusikan logistik ke tiap-tiap TPS di sleuruh wilayah Bumi Menoreh.