Penghijauan Tetap Jadi Prioritas Kota Jogja

Bulevar di tengah-tengah Jl. Suroto, Kotabaru, Senin (17/9/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
24 Januari 2019 07:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meneruskan program penanaman pohon sebagai cara untuk menghijaukan perkotaan sekaligus regenerasi tanaman tua dan rawan tumbang di Kota Jogja.

Kepala Seksi Pertamanan dan Perindang Jalan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Pramu Haryanto mengungkapkan, setiap tahunnya DLH menargetkan bisa menanam sekitar 500 pohon penghijau kota dengan beragam jenis. Begitu juga pada 2019, sedikitnya anggaran sekitar Rp60 juta dialokasikan untuk program tersebut di sejumlah titik.

Pohon-pohon yang ditanam, akan menyesuaikan dengan pohon mayoritas yang sudah ada. Misalnya di kawasan Kotabaru akan ditanam pohon tanjung. Ada pula pohon angsana, tabibuya, pucuk merah, kenari, dan dayan. Karena akar-akar pohon ini memengaruhi kondisi jalan tempat tumbuh, maka DLH tetap melihat kondisi jalan sebelum menanam. Termasuk apakah di titik itu terdapat saluran drainase, limbah, jaringan listrik maupun fiber optic. Sehingga, bila tidak dimungkinkan, pohon-pohon akan ditanam menggunakan pot lalu diletakkan di trotoar.

"Tapi kami juga berupaya jangan sampai keberadaan pot menghalangi pejalan kaki," kata dia, Rabu (23/1/2019).

Pramu juga meminta warga Kota Jogja untuk rutin mengecek kondisi tanaman yang berada di sekitar tempat tinggal, terutama yang berukuran besar dan tinggi. Mengingat saat ini masih memasuki musim hujan, dengan curah hujan tinggi disertai angin kencang.

Bila perlu, mereka bisa melakukan pemangkasan terhadap cabang dan bagian pohon yang sudah terlalu tinggi, mengganggu tiang dan kabel listrik, marka atau bila tanaman dekat dengan pinggir jalan, cabangnya mulai mengganggu pandangan pengguna jalan.

"Untuk tanaman yang sudah keropos, sebaiknya ditebang," kata dia.

Di Kota Jogja, dari sekitar 18.000 pohon, puluhan di antaranya rawan tumbang, terutama yang memiliki tinggi lebih dari 12 meter dan keropos, sejumlah lainnya diikuti penyakit seperti jamur.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Hari Wahyudi mencatat, pada musim hujan kali ini, sejumlah potensi bencana muncul, mulai dari longsor, banjir, angin kencang, pohon tumbang. Tercatat, satu pohon bangka dengan tinggi lima meter dan diameter batang 50 cm di Lapangan Sidokabul, Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo tumbang. Tak ada korban jiwa dari kejadian pada Selasa (22/1/2019) itu.

Namun ia meminta kepada warga yang di persil pribadinya terdapat pohon rapuh dan rawan tumbang, agar dipangkas. "Sebagai langkah antisipasi," ucapnya.