Kulonprogo Siapkan 82 Proyek untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di 2019

Pekerja sedang mengaspal jalan yang rusak di Jalan Pantai Glagah, Dusun Sidatan, Desa Kalidengen, Kecamatan Temon pada Kamis (24/1/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan.
25 Januari 2019 23:57 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo melalui Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Peruamahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo akan memasukan 82 paket pengadaan untuk dilakukan tender pada tahun ini. 82 paket tersebut berupa perbaikan jalan maupun jembatan.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulonprogo Nurcahyo Budi Wibowo mengatakan pihaknya tahun ini akan mengajukan pengadaan pada 82 paket pengadaan. “Saat ini sedang kita proses masuk ke BLP [Bagian Layanan Pengadaan] Kulonprogo, ditargetkan Maret sudah mulai kontrak,” ujarnya pada Harian Jogja, Kamis (24/1).

Berdasarkan rinciannya dari 82 paket itu, 18 paket berupa paket berkala, 16 paket peningkatan jalan lokal primer 1, 45 paket peningkatan jalan primer 2. Lalu ada pembangunan jalan satu paket, pembangunan jembatan satu paket, dan pemeliharaan jembatan satu paket.

Menurut Nurcahyo, seperti juga tahun-tahun sebelumnya, pembangunan jalan dan jembatan akan selesai di Desember. Sementara dari 82 paket tersebut, Pemkab membutuhkan dana sebesar Rp130 miliar. “Sumbernya, ada dari DAK (Dana Alokasi Khusus), ada juga dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah),” kata nya.

Ia mengatakan, di tahun lalu, pihaknya memasukan program Bedah Menoreh pada paket pengadaan dari DPUPKP. Namun, untuk tahun ini, pihaknya berupaya agar Bedah Menoreh bisa didanai dari Dana Istimewa (Danais).

“Tahun ini, kami tidak masukan Bedah Menoreh ke APBD, rencananya dari Danais. Saat ini sedang dalam proses, kami usulkan ke Gubernur,” ujar Nurcahyo.

Kepala BLP Kulonprogo, Danang Adrianto mengatakan tahun ini pihaknya belum menerima semua proyek yang akan dilakukan tender dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Data berapa paket yang akan tender tahun ini belum ada,” ujarnya.

Di tahun lalu, pihak BLP Kulonprogo melakukan tender pada 188 paket pengadaan. Dari 188 paket tersebut, 119 paket merupakan paket konstruksi, 29 paket berupa barang dan jasa, dan 40 paket berupa konsultasi. Total jumlah pagu anggaran dari 188 paket tersebut sebesar Rp497 miliar.

“Tahun lalu, dan mungkin terbesar selama pengadaan, kami melakukan tender untuk RSUD Wates, totalnya sebesar Rp270 miliar,” ungkap Danang.