Ini Dia, di Sleman, Rumah Rusak karena Pohon Tumbang Disubsidi Pemerintah

Pohon jati berdiameter 90 cm roboh dan menimpa rumah warga di Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, setelah hujan deras disertai angin mengguyur wilayah itu, Kamis (24/1/2019). Harian Jogja - Istimewa
26 Januari 2019 06:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di wilayah Sleman pada Kamis (24/1/2019) lalu mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman akan memberikan subsidi kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan disebabkan pohon tumbang.

"Jadi jika ada kejadian pohon tumbang menimpa rumah, kami hitung kerugiannya. Untuk masyarakat tidak mampu, kami ganti 80 persen dari total kerugian, jika masyarakat mampu, 50 persen dari total kerugian. Kami punya anggarannya untuk itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto, Jumat (25/1/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan, seluruh wilayah di Sleman memiliki potensi diguyur hujan dan angin yang menyebabkan pohon tumbang. Bahkan kata dia, setiap hujan, selalu ada laporan pohon tumbang yang masuk.

"Sampai saat ini, belum ada laporan korban jiwa, hanya kerusakan rumah, tim dan relawan juga dilapangan selalu membantu proses evakuasi pohon tumbang," ucap dia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengungkapkan, hujan yang terjadi pada Kamis (24/1/2019) menyebabkan pohon tumbang di lima titik. "Ada di Wukirsari Cangkringan, Purwobinangun Pakem, Sendangagung Minggir, dan Tirtomartani Kalasan," ujar dia.

Pohon-pohon tumbang tersebut, lanjut dia, tidak hanya menimpa rumah, namun juga menutup akses jalan dan menimpa jaringan listrik. "Proses penanganan sudah terkondisi," jelas dia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar masyarakat waspada dengan potensi bencana hidrometeorolgi seperti longsor, banjir, dan angin kencang. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga 30 Januari mendatang.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Mlati, Agus Sudaryatno mengatakan agar masyarakat mewaspadai potensi genangan, banjir dan longsor yang bisa saja terjadi. Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar tidak berlindung di bawah pohon. Sebab, angin kencang yang terjadi bisa saja merubuhkan pohon maupun baliho.

"Masyarakat yang berada di pesisir pantai juga diimbau waspada ancaman gelombang tinggi. Potensi gelombang tinggi itu berkisar antara 2,5 meter hingga lima meter dan diperkirakan terjadi di perairan selatan DIY," ucap dia.