Taman Bunga NYIA Tergerus Isu Tsunami

Pengunjung sedang berswafoto di Taman Bunga NYIA yang dikelola Geyanti di Dusun Glagah, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Sabtu (26/1/2019).-Harian Jogja - Fahmi Ahmad Burhan
28 Januari 2019 21:00 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Persis berbatasan dengan lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), warga Dusun Glagah, Desa Glagah, Kecamatan Temon membuat beberapa lokasi wisata untuk berswafoto.

Dibuka menjelang Lebaran tahun lalu, tingkat kunjungannya tergolong banyak, terutama pas libur Lebaran dan Tahun Baru. Namun, sekarang ini tingkat pengunjungnya sepi, salah satunya karena kejadian tsunami di Selat Sunda.

“Kemarin-kemarin banyak isu ada ancaman tsunami. Sampai sekarang masih sepi pengunjungnya,” ungkap pengelola Taman Bunga NYIA, Geyanti, kepada Harian Jogja, Sabtu (26/1/2019). Dalam membuka tempat wisata, dirinya bisa mendapatkan penghasilan paling banyak Rp800.000 dalam sehari dengan tiket masuk Rp5.000 per orang.

Geyanti mengatakan penurunan kunjungan bahkan lumayan drastis. Di hari biasa, hanya sampai 10-an pengunjung saja. Lalu di akhir pekan bisa hanya sampai 20-an pengunjung. Pengunjung bisa masuk ke lokasi taman dan berswafoto dengan latar berupa taman bunga dan tanah lapang yang sedang dalam proses penggarapan bandara.

Dia berharap setelah bandara beroperasi pun tempatnya bisa tetap buka karena dengan sudah beroperasinya bandara dianggap daya tarik dan bisa menjadi peluang meningkatnya kunjungan juga. Adanya taman bunga dianggap warga bisa menambah pemasukan.

Salah satu pengunjung yang tinggal di Kota Jogja, Nuraini, mengaku mengunjungi taman bunga tersebut setelah melihat di sekitaran jalan menuju Pantai Glagah ada taman-taman bunga yang dianggapnya cantik. “Sebenarnya mau ke Glagah, tetapi lihat di sekitaran sini [Glagah] ada bunga-bunga cantik, jadinya berkunjung dulu. Foto-foto,” katanya.