Pemkot Genjot Target Produksi Pisang Lewat Kultur Jaringan

Ilustrasi kegiatan pengambilan jaringan dari bibit pisang di laboratorium - Harian Jogja/Sunartono
29 Januari 2019 07:57 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jogja akan menggenjot produksi budidaya pisang menggunakan teknik kultur jaringan. Ditargetkan pada 2019 jumlah kultur yang diproduksi sebanyak 5.000, lebih tinggi ketimbang jumlah tahun lalu sebanyak 1.200 kultur.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jogja, Sugeng Darmanto mengatakan, target yang ditetapkan itu bukan mustahil diwujudkan. Karena proses pembibitan tidak membutuhkan lahan yang luas dan mengandalkan rekayasa jaringan.

"Kalau mengandalkan tunas, satu bibit hanya bisa menghasilkan dua tunas. Tapi dengan sistem kultur jaringan, minimal bisa menjadi delapan tunas," ujarnya, Senin (28/1/2019).

Sugeng menjelaskan, proses rekayasa jaringan hingga menjadi tunas pisang siap tanam, dilakukan dengan mengambil jaringan dari bibit pisang. Selanjutnya jaringan itu dikembangbiakan di laboratorium.

Setelah mencapai ketinggian sekitar empat sentimeter, dipindahkan ke luar ruangan. Tunas dinyatakan siap tanam ketika ketinggian mencapai satu meter. Tahapan rekayasa jaringan ini membutuhkan waktu hingga sekitar delapan bulan.

Jenis pisang yang dikembangbiakan dengan teknik kultur jaringan diprioritaskan dari jenis tertentu, terutama yang banyak diminati masyarakat, seperti pisang kepok, pisang ambon, pisang raja.

Bibit yang telah siap tanam, dijual oleh Pemkot seharga Rp8.000 per bibit, baik yang dibudidayakan dengan konvensional maupun kultur jaringan. Bibit sengaja dijual murah agar warga bisa mengaksesnya dengan mudah.