Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Ilustrasi UNBK./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mencatat sebanyak 9.752 siswa SMP dan sederajat akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2019. Sebelum ujian berlangsung sekolah diharapkan menggelar persiapan dengan baik sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya terus mempersiapkan pelaksanaan UNBK tahun ini. Selain mempersiapkan sisi sarana dan prasarana, Disdikpora telah menetapkan jumlah peserta yang akan mengikuti ujian. Rencananya ujian akan diikuti sebanyak 9.752 siswa.
Menurut dia jika dibandingkan dengan peserta di 2018, tahun ini jumlahnya turun. Pasalnya di tahun lalu pesertanya mencapai 9.866 siswa SMP dan sederajat. “Bukan masalah karena beberapa tahun ada penurunan jumlah siswa dan ini terjadi di semua tingkat, mulai dari SD, SMP hingga SMA,” kata Bahron, Selasa (29/1/2019).
Disinggung mengenai isu majunya jadwal ujian karena penyelenggaraan pemilu, Bahron mengaku tidak mendapatkan surat resmi dari pemerintah. Oleh karena itu, jadwal ujian akan berlangsung seperti jadwal yang telah ditentukan. “Suratnya tidak ada, jadi ujian berjalan seperti di jadwal yang telah ditentukan,” katanya.
Dia berharap pihak sekolah benar-benar mempersiapkan para siswa dengan baik. Meski hasil ujian tidak lagi berpengaruh besar terhadap hasil kelulusan, sebisa mungkin nilai hasil ujian bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Kalau dari sisi fasilitas tidak ada masalah karena semua sekolah sudah melaksanakan UNBK. Namun pihak sekolah harus benar-benar mempersiapkan siswa dari sisi mental maupun akademik sehingga nilai hasil dari ujian dapat maksimal,” kata mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah ini.
Kepala SMP Negeri 3 Wonosari, Mulyadi, mengatakan jajarannya terus bersiap penyelenggaraan UNBK 2019. Guna memaksimalkan hasil pada saat ujian sekolah telah membuat kebijakan memberikan tambahan belajar bagi siswa kelas IX. “Tambahan yang diberikan pada pagi dan siang hari. Yang jelas, tambahan jam belajar digunakan untuk mempelajari lebih intens mata pelajaran yang diujikan dalam UNBK,” katanya.
Dia berharap dengan tambahan jam ini pemahaman siswa berkaitan dengan soal-soal ujian dapat bertambah sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal. “Kami berharap para siswa dapat lulus dengan memperoleh nilai yang terbaik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
OpenAI luncurkan GPT-Live, AI suara full-duplex yang bisa ngobrol seperti manusia. Lebih canggih dari Gemini Live? Simak keunggulannya!
Singapura menjadi kota paling layak huni di Asia Tenggara versi Monocle 2026 dan menempati peringkat ke-14 dunia berkat keamanan, stabilitas, dan kemudahan beru
FIFA umumkan Halftime Show perdana Piala Dunia 2026! Justin Bieber, BTS, Coldplay, Shakira, hingga Madonna tampil. Catat tanggalnya 20 Juli!
Harga Yamaha Aerox-e resmi diumumkan lebih murah dari prediksi! Motor listrik sporty ini siap hadir di Indonesia? Simak spesifikasi dan fiturnya!
Pemotongan hewan kurban di RPH Mancasan dan Kentungan Sleman turun 24,6 persen pada Iduladha 2026. Penurunan terbesar terjadi pada domba yang anjlok hingga 73,3