HUT SMP Joannes Bosco, 250 Siswa Terlibat Pertunjukan Seni

Perwakilan SMP Joannes Bosco Yogyakarta saat mengunjungi Kantor Harian Jogja, Rabu (30/1/2019)./Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
31 Januari 2019 08:10 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menyambut peringatan HUT ke-56, SMP Joannes Bosco Yogyakarta akan menggelar acara seni dengan tema Maha Patih Gajah Mada yang akan diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sabtu (9/2/2019) mendatang.

Kepala SMP Joannes Bosco Yogyakarta Asterina Saptiyani mengungkapkan pagelaran seni ini bertujuan agar anak tidak hanya pandai dalam hal akademis tetapi juga memiliki keterampilan seni. Sekolah meyakini seni akan membuat anak lebih berpikir universal, lebih halus dan dapat memicu mengeluarkan ide-ide baru.

Pagelaran seni ini nantinya akan melibatkan seluruh siswa-siswi yang berjumlah 250 anak. “Prinsip kami tidak boleh ada anak yang tidak pentas. Guru juga membantu mereka walaupun bukan bidangnya. Misal guru yang mendapat tugas mendampingi siswa menari, harus belajar menari. Kami selalu memberi motivasi kepada ana-anak kalau mereka bisa dan memiliki talenta,” ucap Asterina saat audiensi di Kantor Harian Jogja, Rabu (30/1/2019).

Asterina mengungkapkan dengan berani tampil di depan umum setidaknya dapat memacu keberanian siswa. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa.

Ketua panitia Sugeng Tri Hargono menambahkan pagelaran ini merupakan yang keempat digelar. Namun pagelaran kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini kami mandiri, penampil dari SMP kami. Namun untuk pendampingan latihan kami menggandeng alumni yang sekolah di SMKI, untuk melatih adik-adiknya,” ucap Sugeng.

Seksi Acara Haryo Tri Aji mengungkapkan pagelaran mengadopsi karya Langit Kresna Hariadi yang berjudul Gajah Mada: Hamukti Palapa, dan naskah dibuat dalam waktu sekitar dua bulan.

Dikatakan dia, cerita yang diangkat relevan dengan situasi sosial saat ini. “Kondisi saat ini membuat pendidik prihatin, karena masyarakat terkotak-kotak. Kami ingin mengajak anak-anak melihat sejarah bangsa ini, jika bersatu pasti kuat dan besar, kalau tidak ya runtuh,” ucap Aji.

Pergelaran ini terbuka untuk umum. Pada saat acara juga akan diluncurkan cerpen dan lukisan karya anak-anak kelas IX.