SKB Masih Diremehkan Masyarakat, Padahal Sering Menjadi Solusi

Sejumlah peserta UNBK program paket A dari PKBM Mandiri Karen sedang mengerjakan soal ujian nasional di SMA Negeri 1 Kretek, Kamis (3/5/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
07 Februari 2019 08:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI - Keberadaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau sekolah non formal di Kabupaten Gunungkidul diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang sempat terhalang dalam menuntaskan sekolah di jenjang SMA atau SMK. SKB Gunungkidul yang menjadi percontohan nasional diharapkan mendapatkan respons positif dari masyarakat untuk merubah image SKB menjadi lebih baik.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan selama ini sekolah non formal sering dianggap sebagai sekolah yang reputasinya belum teruji. Padahal, keberadaan SKB sendiri merupakan solusi atas permasalahan yang ada sekaligus pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Sebagai contoh ada yang hamil dulu, lalu putus sekolah, mereka bisa melanjutkan di SKB,” ujar dia, Senin lalu (4/2/2019)

Ia menambahkan, keberadaan SKB untuk memenuhi target wajib belajar 12 tahun. Selain masyarakat menyelesaikan wajib belajar 12 tahun, mereka berkesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

"Dengan latar belakang pendidikan yang lebih baik bisa memperbaiki taraf hidupnya," imbuhnya.

Menurutnya untuk saat ini sekolah non formal di Kabupaten Gunungkidul telah memiliki tempat dan program yang representatif. Atas dasar inilah SKB di Gunungkidul dijadikan percontohan nasional.  Di SKB terdapat ujian Paket C umum yang setara dengan SMA, ada juga Paket C kejuruan yang setara dengan SMK.

Disdikpora Gunungkidul akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk melengkapi fasilitas SKB. Adapun program kedepan yakni penambahan kelas dan pembangunan hall. Pada 2019 ini akan menambah enam kelas serta jumlah muridnya kurang lebih 80 orang.

Sementara itu Bupati Gunungkidul, Badingah mengapresiasi Disdikpora Gunungkidul. Sebab Disdikpora telah mampu membuat SKB di Gunungkidul menjadi sekolah percontohan di tingkat nasional.

“Tahun lalu kami mendapatkan beberapa penghargaan satu di antaranya adalah Ki Hajar Award. Semoga tahun ini bisa mendapatkan kembali,” ucap Badingah.