STTNas Tingkatkan Status Menjadi Institut

Penyerahan Salinan Keputusan ITNY dari Menristekdikti oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Jogja di Auditorium Ir. H. Pietoyo Sukarbowo Jumat (8/2/2019). - Ist/HUmas STTNas
09 Februari 2019 11:10 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNas) Jogja resmi menjadi Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Melalui pergantian status tersebut diharapkan ITNY semakin berkembang.

“Perguruan tinggi (PT) harus terus berkembang dan bergerak maju sesuai tuntutan zaman,” ucap Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Nasional (YPTN) Otto Santjaka, pada acara penyerahan Salinan Keputusan ITNY dari Menristekdikti oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Jogja di Auditorium Ir. H. Pietoyo Sukarbowo, Jumat (8/2/2018).

Dikatakan dia, jika perguruan teknologi tidak mengikuti perkembangan zaman, bisa kehilangan kepercayaan dari masyarakat yang akhirnya kehilangan eksistensinya sebagai bagian penting pembangunan bangsa.

Peningkatan status ini dinilai menjadi salah satu wujud kesiapan menghadapi perkembangan saat ini. Diharapkan, proses peralihan ini dapat berjalan lancar.
Kepala LLDikti Wilayah V Jogja Bambang Supriyadi mengatakan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut diharapkan juga dibarengi dengan perkembangan yang lain.

Perkembangan tersebut misalnya, paling tidak statuta diperbaiki, rencana strategis (rensa) dan target-target tertentu yang otomatis harus lebih meningkat dari sebelumnya.

“Misal dosen bergelar doktor meningkat, syukur sudah jadi institut ini ada guru besarnya. Dari sisi kenaikan jabatan, kegiatan lain sebagai dosen tridharma juga harus jalan, penelitian, dan jurnal meningkat. Selain itu dampaknya diharapkan jumlah mahasiswa semakin banyak dan lulusan semakin berkualitas,” ucap Bambang.

Bambang juga mengungkapkan di era Revolusi Industri 4.0 ini ada tantangan bagi PT untuk dapat terus bersaing. Disarankan, STTNas yang sudah berubah menjadi ITNY memiliki program pengembangan yang sifatnya daring.

“Materi perkulihan lebih bisa diakses mahasiswa, dan masyarakat secara umum. Materi juga menyesuaikan era Revolusi Industri 4.0 ini. Jika memungkinkan segera berani mengusulkan S2. Atau kalau mau vokasi D4 bukan D3, dan bidang keahlian yang masih berkaitan dengan kondisi sekarang,” ujarnya.

Bambang menuturkan ITNY juga memiliki keunggulan salah satunya di bidang tambang. Ia juga mendorong untuk mengembangkan energi terbarukan.