Air Bersih Segera Masuk Bandara di Kulonprogo

Ilustrasi. - Reuters
12 Februari 2019 21:00 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Binangun bakal menyuplai air bersih secara temporer ke New Yogyakarta International Airport (NYIA) per 1 Maret 2019 sebagai tahap awal dengan mengambil air baku dari Bendung Sapon di Kecamatan Lendah.

“Saluran temporer sudah disiapkan dan 1 Maret bisa mengalir,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Binangun, Jumantoro, Selasa (12/2/2019). Di bulan yang sama PDAM juga mulai membangun jaringan instalasi utama menuju tangki utama air bersih di dalam area bandara.

Pembangunan ini ditargetkan rampung pada pekanketiga Maret untuk mengejar pengoperasian tahap awal NYIA pada April 2019. Kebutuhan air bersih di NYIA untuk operasional pada tahun ini hingga 2020 sekitar 14 liter per detik atau 1.000 meter kubik per hari. Kebutuhan itu dapat terpenuhi karena untuk saat ini PDAM Tirta Binangun mempunya idle sebesar 24 liter per detik.

Namun, memasuki 2021, seiring pengoperasian penuh bandara, PDAM akan memanfaatkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamijoro untuk menambah pasokan air baku guna mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih yang diperkirakan mencapai 60 liter per detik.

Meskipun pengelolaan Kamijoro dikonsep kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), PDAM Tirta Bianangun tetap menjadi penyuplai air bersih ke NYIA. Ini karena badan usaha pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Kulonprogo itu telah mengantongi nota kesepahaman dengan PT Angkasa Pura 1 tentang penyediaan suplai air bersih untuk kebutuhan operasional bandara yang dilakukan pada Desember 2018 silam.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan penyediaan air bersih untuk NYIA merupakan investasi yang mahal. Dalam penyiapan jaringan dan pengolahan air membutuhkan anggaran senilai Rp200 miliar hingga Rp300 miliar.

Adapun, besaran nilai itu bukan menjadi halangan Pemkab untuk tetap melanjutkan proyek ini karena sudah menggandeng Pemerintah Pusat dan Balai Besar Wilayah SUngai Serayu Opak (BBWSSO) untuk pembangunan saluran primernya.

Untuk jaringan air lokal bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PDAM Tirta Binangun maupun KPBU. Hasto berharap lewat kerja sama ini akan memberi pengalaman baru bagi PDAM karena sistem pasokan air bersih di bandara berbeda dari jaringan untuk rumah tangga.