Diguyur Hujan Lebat, Gelar Seni Sepanjang Tahun di TBY Tetap Ramai

Meski di tengah guyuran hujan deras, sekelompok seniman sedang menampilkan kebolehannya, di atas panggung acara Gelar Seni Sepanjang Tahun 2019, di TBY, Minggu (24/2/2019). - Istimewa/TBY
28 Februari 2019 09:20 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Para pengisi acara dalam Gelar Seni Sepanjang Tahun 2019, menunjukkan semangat mereka dalam menampilkan karya secara optimal. Hal itu ditunjukkan dalam bentuk antusiasme yang tidak luntur walau saat kegiatan turun hujan disertai angin kencang di lokasi acara, Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Minggu (24/2/2019).

Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan TBY, Suraya menuturkan walaupun hujan turun, sebisa mungkin pertunjukan yang sudah jadi agenda tahunan TBY itu tetap dilaksanakan. Namun, panitia dan penyelenggara acara, tentunya tidak akan memaksakan diri. "Apabila kondisi tidak memungkinkan," ujarnya, Minggu.

Dalam Gelar Seni Sepanjang Tahun 2019 tersebut, beberapa seniman yang turut berpartisipasi antara lain Ketoprak Tresno Budoyo yang membawakan lakon Kembang Wijaya Kusuma. Selain itu, ditampilkan pula aksi dari Reog Wayang, Tari Anak Puspita Sari, Simfoni Keroncong Muda. "Ada juga penampilan tamu dari Purwakarta, Jawa Barat, mereka menampilkan tarian Ras Jati dan Engkok," kata dia.

Panitia Kegiatan, Siprina Dinda mengatakan kegiatan gelar seni bertujuan memberikan ruang ekspresi bagi kelompok seni di wilayah DIY. Dilaksanakan pada Sabtu (23/22019) dan Minggu (24/2/2019), kegiatan ini menjadi cara TBY mengapresiasi para pelaku seni. Mereka merupakan perwakilan dari kabupaten/kota yang ditunjuk oleh dinas kebudayaan di masing-masing wilayah. Sebelum tampil, mereka telah dikurasi terlebih dahulu oleh para kurator. "Melalui kegiatan ini, kami juga ingin menarik minat masyarakat dan wisatawan, memberikan hiburan dengan beragam atraksi yang ditampilkan masing-masing kelompok seni," kata dia.

Ternyata, bukan hanya pelaku seni dari DIY yang bisa menampilkan aksi dan kebolehan mereka, melainkan juga pelaku seni dari luar DIY, setelah sebelumnya melewati tahapan seleksi. (Uli Febriarni)