Bupati Bantul Terima Penghargaan dari APKLI

Bupati Bantul Suharsono (dua kanan) seusai menggunting pita peresmian Taman Kuliner Angkruksari, Desa Donotirto, Kecamatan Kretek, Bantul, Kamis (28/2/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
28 Februari 2019 21:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menganugerahi Bupati Bantul Suharsono dengan APKLI Award 2019. Penghargaan tersebut diberikan lantaran Suharsono dinilai sebagai salah satu kepala daerah yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL).

Sejak 2018 lalu sampai awal tahun ini Suharsono sudah membuat tiga pasar kuliner. Ketiga pasar tersebut diisi oleh para PKL yang selama ini berjualan di jalan yang tidak tertata. "Saya menyaksikan sendiri Pak Suharsono berkomitmen nyata pada PKL. Karena itu kami apresiasi dengan memberikan penghargaan ini," kata Ketua Umum DPP APKLI, Ali Mahsun, saat menghadiri peresmian Pusat Kuliner Taman Angkruksari, Kamis (28/2/2019).

Peresmian Taman Kuliner Angkruksari ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Bantul Suharsono. Hadir dalam peresmian tersebut Kepala Dinas Perdagangan Subiyanta Hadi dan sejumlah kepala organisasi pemerintah daerah (OPD) Bantul, serta pengurus APKLI kabupaten/kota di DIY.

Taman Kuliner Angkruksari berlokasi di bekas Pasar Angkruksari lama, Donotirto, Kretek, Bantul. Pusat kuliner yang menampung 72 PKL itu dibangun melalui dana APBD Bantul senilai sekitar Rp621 juta di atas lahan sekitar 4.000 meter persegi.

Selain Taman Kuliner Angkruksari, Bupati Suharsono juga meresmikan Taman Kuliner Karangtalun, Imogiri, yang dapat menampung sebanyak 54 PKL. Taman Kuliner Karangtalun dibangun dengan dana Rp661 juta di Jalan Imoiri-Mangunan. Sebelumnya April 2018 lalu, sentra kuliner PKL juga diresmikan di Lapangan Demi, Imogiri dan menampung sekitar 40 PKL.

Ali mengatakan adanya pusat kuliner PKL tersebut menjadi bukti keberpihakan kepala daerah terhadap PKL. Ia berharap kemitraan pemerintah daerah dan PKL berjalan baik. "APKLI tidak bertujuan dan bermaksud apa-apa, kecuali hanya ingin mendapatkan haknya sebagai rakyat dan warga negara untuk berjualan," kata Ali.

Suharsono meminta semua PKL yang sudah menempati taman kuliner agar menjaga kebersihan dan kualitas barang dagangannya, serta menjaga keamanan dan kenyamanan pasar agar semakin ramai pembeli. Dia menyadari belum semua PKL di Bantul dapat terfasilitasi melalui taman kuliner.

Namun pihaknya berkomitmen melanjutkan proses penatan PKL berbasis kawasan di kecamatan lainnya. "Kami sudah perintahkan Dinas Perdagangan untuk mencari lahan lain yang kira-kira potensial untuk dikembangkan menjadi pusat kuliner," kata Suharsono.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi mengatakan saat ini dari hasil pendataan sementara Pemkab Bantul dan APKLI Bantul ada sekitar 2550 PKL dengan berbagai jenis dagangan antara lain, asongan, warung makan, warung angkringan, dan penjaja kuliner lain yang tersebar di 17 kecamatan. “Di Kretek sendiri ada 404 PKL dan yang tertampung baru 72 PKL,” kata dia.