Sambut NYIA, Temon Perkuat Potensi Lokal

Camat Temon, Joko Prasetyo. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan.
08 Maret 2019 08:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, TEMON--Kecamatan Temon Kulonprogo saat ini sudah terasa perubahannya. Sebagai kecamatan tuan rumah yang paling merasakan dampak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Temon bersiap menguatkan potensi lokalnya agar siap bersanding mengikuti arus pembangunan Bandara.

Camat Temon, Joko Prasetyo mengatakan sejak mulai berlangsungnya pembangunan sampai sekarang, berbagai perubahan terjadi. "Sekarang banyak usaha-usaha kuliner pinggir jalan bermunculan. Pastinya kan ada pekerja-pekerja dari bandara, butuh tempat tinggal, warga siapkan kos-kosan," ujarnya pada Harian Jogja, Selasa (5/3/2019).

Ia mengatakan warga Temon pun banyak yang sudah terserap akan bekerja di bandara. Belum lagi, menurutnya, dengan adanya bandara, peluang bagi warga dalam mendirikan usaha sangat terbuka. Jumlah penduduk Temon ada sekitar 30.000 jiwa.

Ia berharap, masyarakat Temon pun bisa mendapatkan dampak perbaikan ekonomi dari adanya bandara. Maka, menurutnya potensi lokal Temon pun coba untuk muncul agar bisa bersanding dengan Bandara NYIA.

"Pelaku UMKM di Temon sudah mencoba untuk ikuti pelatihan dari Pemkab, ada makanan-makanan kecil, kerajinan, selain itu ada pengolahan batik di Temon yang juga terus dibina," ujar Joko.

Salah satu pengelola UMKM di Temon, Ika Miati Sukrisno mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan produk UMKM berupa kopi yang ia produksi agar bisa bersaing dan masuk di Bandara NYIA. Rumah produksinya berada di Desa Kulur, Temon.

"Rencananya kami siapkan agar nanti bisa buka kedai di sana sebagai ikon produk UMKM Kulonprogo, karena kopi yang kami olah asli Kulonprogo," tutur Ika.

Ia mulai memproduksi kopi dengan brand Starprog dari tahun lalu. Ia sudah mulai memasarkan produknya di Toko Milik Rakyat (Tomira).