Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Camat Temon, Joko Prasetyo. /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan.
Harianjogja.com, TEMON--Kecamatan Temon Kulonprogo saat ini sudah terasa perubahannya. Sebagai kecamatan tuan rumah yang paling merasakan dampak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Temon bersiap menguatkan potensi lokalnya agar siap bersanding mengikuti arus pembangunan Bandara.
Camat Temon, Joko Prasetyo mengatakan sejak mulai berlangsungnya pembangunan sampai sekarang, berbagai perubahan terjadi. "Sekarang banyak usaha-usaha kuliner pinggir jalan bermunculan. Pastinya kan ada pekerja-pekerja dari bandara, butuh tempat tinggal, warga siapkan kos-kosan," ujarnya pada Harian Jogja, Selasa (5/3/2019).
Ia mengatakan warga Temon pun banyak yang sudah terserap akan bekerja di bandara. Belum lagi, menurutnya, dengan adanya bandara, peluang bagi warga dalam mendirikan usaha sangat terbuka. Jumlah penduduk Temon ada sekitar 30.000 jiwa.
Ia berharap, masyarakat Temon pun bisa mendapatkan dampak perbaikan ekonomi dari adanya bandara. Maka, menurutnya potensi lokal Temon pun coba untuk muncul agar bisa bersanding dengan Bandara NYIA.
"Pelaku UMKM di Temon sudah mencoba untuk ikuti pelatihan dari Pemkab, ada makanan-makanan kecil, kerajinan, selain itu ada pengolahan batik di Temon yang juga terus dibina," ujar Joko.
Salah satu pengelola UMKM di Temon, Ika Miati Sukrisno mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan produk UMKM berupa kopi yang ia produksi agar bisa bersaing dan masuk di Bandara NYIA. Rumah produksinya berada di Desa Kulur, Temon.
"Rencananya kami siapkan agar nanti bisa buka kedai di sana sebagai ikon produk UMKM Kulonprogo, karena kopi yang kami olah asli Kulonprogo," tutur Ika.
Ia mulai memproduksi kopi dengan brand Starprog dari tahun lalu. Ia sudah mulai memasarkan produknya di Toko Milik Rakyat (Tomira).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Parade Kendaraan Nir Emisi Digelar, Pemkot Jogja Dorong Percepatan Transportasi Ramah Lingkungan
OJK menjatuhkan denda Rp138,94 miliar kepada 329 pelaku pasar modal hingga Mei 2026. Jumlah investor pasar modal juga naik menjadi 27,75 juta.
KPK mendalami hubungan Rita Widyasari dengan tiga korporasi tersangka kasus gratifikasi batu bara di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Tiga lurah di Depok, Sleman terseret kasus Tanah Kas Desa. Dugaan korupsi TKD menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah.
Kecelakaan beruntun di Ngawi melibatkan empat kendaraan. Truk wing box diduga oleng, menabrak motor, mobil, hingga rumah warga di Desa Gemarang.