Pendapatan Kebun Buah Mangunan Ditarget Rp2,1 Miliar

Bupati Bantul Suharsono saat menunjukan merek Beras Asli Bantul di kawasan Kebun Buah Mangunan, Kecamatan Dlingo, Rabu (2/5/2018). - Harian Jogja, David Kurniawan
09 Maret 2019 10:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, DLINGO--Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan pendapatan dari retribusi obyek wisata Kebun Buah Mangunan, Kecamatan Dlingo, tahun ini Rp2,1 miliar. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai target pendapatan tersebut adalah dengan menambah sejumlah fasilitas penunjang wisata.

Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Bantul, Pulung Haryadi mengatakan target pendapatan yang dipatok tahun ini cukup besar. Pihaknya juga was-was tidak mampu mencapai target. Sebab, pendapatan selama 2018 saja hanya Rp1,8 miliar. Jauh dibawah target Rp2 miliar, karena wisatawan banyak berkurang.

Padahal pada 2017 lalu Kebun Buah Mangunan mampu menghasilkan pendapatan daerah mencapai Rp2,3 miliar, jauh melampaui target sebesar Rp1,7 miliar. Selama ini obyek wisata yang mengandalkan pemandangan alam dan buah itu itu pendapatannya hanya dari retribusi sebesar Rp5.000 per orang untuk hari biasa dan Rp6.000 per orang untuk sekali masuk di hari libur dan akhir pekan. Pengunjung yang datang berkisar 500-1.000 orang dalam sehari.

"Tahun ini kami tambahkan fasilitas berupa panggung hiburan dan tempat pertemuan yang bisa disewa untuk kegiatan oleh wisatawan," kata Pulung, saat ditemui di kawasan wisata Kebun Buah Mangunan, Mangunan, Dlingo, Jumat (8/3/2019).

Panggung hiburan atau ampli teater itu dibangun menggunakan APBD 2018 sebesar lebih kurang Rp450 juta. Berada di sekitar puncak Kebun Buah Mangunan dengan pemandangan langsung menuju sungai dan perbukitan hijau. Sementara gedung pertemuan yang juga disewakan berada di sekitar lokasi parkir pengunjung.

Selain itu juga ada area penjualan buah di depan pintu masuk obyek wisata seluas sekitar 23,6 hektare tersebut. Kemudian sarana outbond dan dua rumah penginapan yang bisa disewa wisatawan. Tahun ini pula, DP2KP Bantul berencana meremajakan atau mengganti sejumlah pohon buah yan dinilai sudah mengering, "Untuk peremajaan pohon buah sudah ada angarannya Rp30 juta," ujar Pulung.

Menurut Pulung berkurangnya pengunjung ke Kebun Buah Mangunan karena beberapa faktor. Salah satunya yang paling terasa adalah karena mulai banyaknya obyek wisata yang menawarkan spot serupa di sekitar Kebun Buah Mangunan atau di Kecamatan Dlingo. Setidaknya ada sekitar 17 titik objek wisata alam di Kecamatan Dlingo yang ramai sejak tiga tahun terakhir.

Objek wisata itu baru bermunculan setelah ramainya kunjungan ke Mangunan. Puncak kunjungan tertinggi di Kebun Buah Mangunan terjadi pada 2017 lalu hingga mampu meraup pendapatan dari retribusi mencapai Rp2,3 miliar. Momen tersebut juga bertepatan dengan adanya kunjungan mantan Preiden Amerika Serikan, Barack Hussein Obama.

Kendati demikian, Pulung mengaku tidak mempersoalkan karena hampir semua objek wisata alam yang menikmati adalah masyarakat Bantul. Termasuk di Kebun Buah Mangunan, meski dikelola oleh DP2KP Bantul, namun masyarakat juga dilibatkan seperti pengelolaan parkir, berjualan makanan dan minuman, serta paket-paket wisata yang dikelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Mangunan.

Kepala Seksi Pemasaran Produk Pertanian dan Perkebunan DP2KP Bantul, Arybowo menambahkan meski Kebun Buah Mangunan mengandalkan buah, namun pendapatan terbesar justru dari retribusi wisatanya, "Pendapatan Kebun Buah Mangunan hampir 90 persen dari retribusi. Kalau dari buah sm fasilitasi lainnya sedikit," kata Arybowo.