Perempuan Bisa Jadi Penopang Kebutuhan Keluarga

Direktur Eksekutif SMEDC, Arsul Tusna Aminudin, saat menjadi pembicara dalam sosialisai dan pencanangan program Desa Prima di Balai Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, belum lama ini. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
11 Maret 2019 22:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Potensi perempuan terus ditunjukkan, terutama dalam sektor bisnis dan usaha. Salah satunya adalah melalui program Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (Desa Prima).

Direktur Eksekutif Small and Medium Enterprises Development Centre (SMEDC), Arsul Tusna Aminudin mengatakan untuk memulai usaha tidak perlu besar. Namun secara bertahap dari bawah. Yang terpenting, kata dia adalah semua anggota kelompok memiliki komitmen bersama untuk memajukan usaha. Jenis usaha juga tidak perlu jauh-jauh melainkan semua potensi yang ada di sekitar.

Dia mengatakan selama tiga tahun ke depan lembaga SMEDC juga akan mendampingi Desa Prima dalam membentuk kepengurusan hingga menjalankan usaha. Dia berharap keberadaan Desa Prima bakal memberikan ruang lebih lebar bagi perempuan untuk menunjukkan potensinya, terutama dalam sektor usaha. “Setidaknya melalaui Desa Prima, perempuan menujukkan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar dia saat acara sosialisasi dan pencanangan Desa Prima di Balai Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, (11/3/2019).

Kasi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Pengarusutamaan Gender pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Titik Sofijayanti Malah mengatakan perempuan merupakan penopang utama dalam keluarga. Itulah sebabnya, perempuan tak bisa dipandang sebelah mata, apalagi menganggap perempuan tidak berdaya.

"Siapa bilang perempuan itu lemah? Perempuan punya banyak potensi untuk pembangunan. Yang bangun pagi pertama di rumah adalah perempuan dan yang mengerjakan pekerjaan rumah adalah perempuan," kata dia.

Desa Panggungharjo merupakan salah satu desa di Bantul yang disasar program Desa Prima atau Perempuan Indonesia Maju Mandiri. Program yang diinisiasi oleh DP3AP2 DIY itu sebagai salah satu upaya menggerakan kaum perempuan untuk ikut meningkatkan perekonomian keluarga melalui potensi yang dimiliki.

Ada 25 perempuan di Panggungharjo yang masuk dalam kelompok Desa Prima. Mereka akan dilatih untuk mengenali potensi hingga didamingi dalam mengelola usaha. Setelah selesai pelatihan mereka akan digelontor bantuan modal sebesar Rp37 juta untuk dikelola dalam sebuah kelompok usaha.

Malah mengatakan Desa Prima hadir untuk mengajak perempuan menemukan potensinya, menghilangkan persepsi yang selama ini berkembang bahwa perempuan lemah. Ia menilai banyak potensi yang sudah dimiliki di Panggungharjo melalui berbagai keterampilan dalam mengolah makanan dan kerajinan.

Hanya memang beberapa pemasarannya masih kurang sehingga perlu digenjot kembali. Salah satu peluang yang ditemukan di desa tersebut adalah bisa bekerjasama dengan sekolah-sekolah untuk memasok produk jajanan yang menyehatkan bagi para pelajar. "Banyak jajanan di sekolah yang tidak terjamin keamanan dan kesehatannya. Kenaa tidak kita manfaatkan untuk menyediakan jajanan yang sehat dan bergizi," ujar Malah. "Keuntungannya tidak perlu besar-besar, sedikit tapi tiap hari kan sudah lumayan," kata dia.

Kepala Seksi Pelayanan Desa Panggungharjo, Husni Bimo Wicaksono mengatakan di Desa Panggungharjo ada sekitar 9.000 KK dengan total 28.000 jiwa. Dari jumlah tersebut sekitar 2.000 KK di antaranya masuk kategori miskin. “Pemdes telah berupaya menggulirkan berbagai program penanggulangan kemiskinan, termauk program pemberdayan perempuan,” ujar dia.