Waspada! Kebakaran di Bantul Terus Meningkat dari Tahun ke Tahun

Atraksi pemadam kebakaran Bantul di Lapangan Paseban, Bantul, Senin (11/3/2019). - Istimewa/BPDB Bantul
11 Maret 2019 15:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Angka kejadian kebakaran di Bantul dari tahun ke tahun terus meningkat. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, hal itu disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan masih rendahnya kesadaran masyarakat tersebut berbanding terbalik dengan tingkat kepadatan penduduk yang justru semakin tinggi dari tahun ke tahun. Salah satu contohnya adalah banyaknya kejadian kebakaran yang disebabkan oleh human error, seperti buruknya penataan jaringan listrik serta kurangnya kehati-hatian dalam menggunakan tabung elpiji.

Dari data BPBD Bantul, angka kebakaran selama 2019 sampai awal bulan ini sudah mencapai delapan kejadian. Sementara data kebakaran 2018 lalu mencapai 208 kejadian.

Angka tahun lalu, kata Dwi, meningkat hampir dua kali lipat ketimbang 2017 yang hanya sebanyak 116 kejadian. Sedangkan kerugian materiel akibat kebakaran tersebut dikalkulasi mencapai Rp2,3 miliar selama 2018 dan sekitar Rp299 juta selama tahun ini sampai awal Maret.

"Tren kebakaran semakin hari memang semakin meningkat, karena semakin padatnya penduduk, sementara masyarakat belum paham [pencegahan kebakaran]," kata Dwi seusai mengikuti Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-100 Pemadam Kebakaran Nasional dan HUT ke-8 BPBD Bantul di Lapangan Paseban, Bantul, Senin (11/3).

Atraksi regu damkar Bantul

Dwi mengatakan upacara tersebut sebagai salah satu upaya meningkatkan pencegahan dan pengendalian bencana kebakaran. Pada usianya yang mencapai seabad, peran pemadam kebakaran semakin menantang seiring dengan pertumbuhan pemukiman dan perkembangan kota dengan pembangunan hunian tempat tinggal yang semakin sempit di kampung-kampung menyebabkan terjadinya risiko kebakaran.

Di sisi lain masyarakat kurang tertib menggunakan jaringan listrik dan pemakaian tabung gas yang biasanya menjadi penyebab dominan kebakaran di pemukiman. Sejauh ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan, di antaranya berupa pengunaan dan pencegahan tabung gas bocor, pemakaian kabel listrik yang sesuai standar. "Saya mengajak masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kebencanaan, baik bencana yang disebabkan alam maupun kelalaian manusia," ujar Dwi.

Tahun ini, imbuh dia, BPBD Bantul berencana membangun tiga pos pemadam kebakaran yang akan ditempatkan di wilayah Piyungan, Sedayu, dan Pundong. Saat ini baru ada tiga pos di wilayah Kasihan, Banguntapan, dan Imogiri. “Setiap pos akan dilengkapi satu unit kendaraan pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan penyuplai air,” ucap dia.

Saat ini BPBD Bantul baru memiliki tujuh kendaraan pemadam kebakaran sehingga masih kurang satu unit. Dengan penambahan pos pemadam kebakaran tersebut Dwi berharap jangkauan pengendalian bahaya kebakaran semakin cepat. Selain penambahan sarana dan prasarana, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kemampuan personel pemadam kebakaran melalui berbagai pelatihan.

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Kementerian Dalam Negeri, Evan Nursetya memberikan apresiasi terhadap kinerja tim pemadam kebakaran di Bantul. "Saya kira sarana dan prasarana penanggulangan bencana kebakaran di Bantul sudah lengkap dan bagus. Aparatur pemadam kebakarannya juga sering pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme. Ini sudah bagus, sudah sesuai aturan," kata Evan.