Keikutsertaan KB Pria di Kulonprogo Terus Digenjot

Ilustrasi KB. - Ist
13 Maret 2019 16:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES—Peserta program keluarga berencana (KB) pria dianggap masih rendah sehingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk KB Kulonprogo terus menggenjot peningkatan peserta KB pria.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PMD Dalduk dan KB Kulonprogo Mardiya mengutarakan dibanding perempuan, jumlah pria yang mengikuti program KB beda jauh jumlahnya. Perempuan yang ikut KB ada 70% sementara pria hanya 10%.

“Karena itu, keikutsertaan pria perlu didorong agar tidak hanya perempuan yang ikut KB tetapi juga pria,” ujarnya, Selasa (12/3/2019). Keikutsertaan KB coba didorong melalui berbagai sosialisasi serta pelayanan secara rutin yang diberikan di tiap puskesmas.

Sejauh ini sudah dibuat kelompok KB pria di Kulonprogo yang mendapat pendampingan dari instnasi daerah. Selain itu, di Kulonprogo ada 23 Kampung KB yang menjadi percontohan dalam menjalankan program KB.

Mardiya mengatakan KB kurang berpengaruh terhadap pengendalian penduduk dengan melihat angka pertambahan penduduk. Namun, KB tetap memiliki beragam manfaat. Dengan ikut KB, keluarga diarahkan memiliki maksimal dua anak agar beban keluarga makin kecil. “Kesempatan berusaha dan berkembang juga jadi lebih baik. Ini arahnya untuk kesejahteraan. Kalau anaknya banyak, ekonomi bisa lemah dan pendidikan anaknya rendah,” ucap Mardiya.

Di Kulonprogo angka pertambahan penduduk dianggap masih rendah. Pada 2017, jumlah penduduk sebanyak 446.028 jiwa, lalu di 2018 menjadi 448.114 jiwa. Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas PMD Dalduk KB Kulonprogo, Siti Sholikhah, mengatakan sampai saat ini total pasangan yang tidak ikut KB masih pada angka yang wajar.

Angka pasangan di Kulonprogo yang tidak ikut KB di Kulonprogo sebanyak 10,8% sementara angka ideal yang tidak ikut KB di suatu daerah yaitu 9%.