Desa Prima, Peluang Perempuan untuk Berkarya

Kasi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Pengarusutamaan Gender DP3AP2 DIY, Titik Sofijayanti Malah saat menyampaikan materi dalam pencanangan Desa Prima di Balai Desa Sabdodadi Bantul, belum lama ini. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
17 Maret 2019 22:52 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Tak bisa dipungkiri, beragamnya potensi perempuan selama ini belum diberdayakan, salah satunya adalah potensi mereka sebagai penggerak perekonomian keluarga.

 Direktur Eksekutif Small and Medium Enterprises Development Centre (SMEDC), Asrul Tusna Aminudin mengatakan melalui program Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (Prima) yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, lembaganya berupaya untuk mendampingi desa guna mengeksplorasi dan memaksimalkan potensi perempuan tersebut. Dengan begitu diharapkan peran perempuan, khususnya dalam menjalankan usaha penggerak perekonomian keluarga bisa lebih eksis. 

“Kami akan dampingi desa-desa yang dicanangkan sebagai Desa Prima. Salah satunya ya di Desa Sabdodadi, Kecamatan Bantul ini,” kata Asrul saat Sosialisasi dan Pencanangan Program Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (Prima) di Balai Desa Sabdodadi, belum lama ini.

Soal itu, Kepala Desa Sabdodadi, Siti Fatimah menyambut baik upaya dari SMEDC dan Pemda DIY. Dia tak menampik angka kemiskinan di desanya masih cukup tinggi, yakni di atas 10%.

Namun dia sudah berupaya melakukan berbagai terobosan untuk mengurangi kemiskinan, salah satunya dengan membentuk kelompok wanita tani di Pedukuhan Manding, Kadibeso, Dukuh, dan Keongan.

 Di Desa Sabdodadi, kata dia, ada 2.313 kepala keluarga (KK) dengan 6.545 jiwa yang terdiri dari 3.151 laki-laki dan 3.394 perempuan. Berdasarkan basis data terpadu (BDT) Kementerian Sosial, jumlah KK miskin di Sabdodadi ada sekitar 1.254 KK. Jika melihat jumlah KK, maka lebih dari 50% KK di Sabdodadi masuk kategori miskin. 

Salah satu program yang kini digalakkan adalah Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sejahtera (P2WKSS). "Kebetulan yang belum ada kegiatan ada di Pedukuhan Neco. Maka proram Desa Prima kami arahkan ke Neco yang diketuai langsung oleh istri sekretaris desa. Saya berharap kegiatan Desa Prima terus berjalan dan dapat menggerakkan kaum perempuan," kata Fatimah.  

Sedangkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Arni Tyas Palupi yang juga didapuk sebagai salah satu pemateri dalam sosialisasi di Balai Desa Sabdodadi tersebut mengatakan DPRD Bantul berupaya memberikan ruang selebar-lebarnya bagi perempuan untuk mengembangkan potensinya.

Karena itulah, melalui Desa Prima, masyarakat nanti bisa teredukasi maksimal, khususnya terkait dengan pemberdayaan perempuan dalam sektor usaha. “Melalui Desa Prima, selama beberapa bulan ke depan akan digembleng untuk menggali semua potensi yang ada di sekitar mereka. Mereka juga akan dilatih cara memulai usaha, mengelola usaha, mengemas, hingga memasarkan hasil usaha kelompok,” kata dia.