BPBD DIY: Banjir Landa 9 Kecamatan di Bantul, Terparah di Pundong

Ilustrasi banjir di Bantul saat Badai Cempaka 2017 lalu. - Ist
17 Maret 2019 22:57 WIB Abdul Hamied Razak Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantara mengatakan banjir yang terjadi di wilayah Bantul disebabkan genangan air serta luapan sungai akibat hujan seharian, Minggu (17/3/2019).

Banjir paling parah terjadi di Dermojurang, Seloharjo, Pundong, Bantul. “Di Dermojurang terjadi longsor dan banjir di permukiman warga. BPBD, Satpol Airud Polda DIY dan tim rescue tidak bisa menjangkau lokasi karena ketinggian air mencapai 1,5 meter,” kata dia Minggu (17/3).

Menurut dia, dampak hujan di Bantul terjadi di sejumlah kecamatan mulai Sewon, Bantul, Jetis, Pleret, Imogiri. “Data terbaru yang masuk, ada sembilan kecamatan terdampak. Termasuk juga di Pandak, Kasihan, Pundong, Bantul dan Jetis,” kata dia

Sejumlah infrastruktur seperti jalan dan jembatan hingga bangunan milik warga rusak akibat banjir dan longsor. “Prioritas kami saat ini adalah penanganan dan pengungsian warga yang terdampak. Warga sebagian dievakuasi oleh BPBD Bantul dan sebagian melakukan evakuasi mandiri,” ujar dia.

Kapolsek Pleret AKP Sumanto mengatakan akibat banjir, kepolisian menutup sejumlah ruas jalan. “Simpang Empat Jejeran ke selatan ditutup. Ini akibat Sungai Belik luber ke jalan di wilayah Jejeran Wonokromo,” ujar Biwara.