Tim Rescue ACT DIY Terjunkan Tiga Ekskavator untuk Evakuasi Korban Longsor di Bantul

Tim Rescue ACT DIY bersama relawan melakukan pencarian korban tanah longsor di Bantul, Selasa (19/3/2019). - Ist/Dok
19 Maret 2019 17:57 WIB Nina Atmasari Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Banjir akibat hujan deras pada minggu (17/3/2019) mengakibatkan 21 titik di Kabupaten Bantul terendam air dari luapan sungai.

Banjir di Bantul dan sekitarnya sudah berangsur surut, namun berbagai dampaknya masih dirasakan warga yakni mengakibatkan longsor di beberapa tempat, salah satunya di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Longsor di Desa Wukirsari telah memakan korban jiwa, dua orang dinyatakan hilang, dan satu orang mengalami luka-luka. Sementara di tempat lain korban meninggal tercatat tiga orang.

Tiga korban yang meninggal sudah berhasil di evakuasi dan dimakamkan, sementara dua orang yang dinyatakan hilang akibat tertimbun longsor hingga kini masih dalam proses pencarian.

Sampai dengan Selasa (19/3/2019) siang, proses pencarian korban longsor di Desa Wukirsari masih terus dilakukan. “Hari ini sudah memasuki hari ketiga proses pencarian korban longsor, 2 orang yang masih belum ditemukan,” ujar Haidar, Wakil Komandan lapangan dari Tim Rescue ACT DIY, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa.

Proses pencarian korban akibat longsor ini juga bantu tim SAR Gabungan dari TNI-POLRI, Basarnas dan juga Instansi-instansi lain terkait.

Sulitnya medan membuat proses pencarian korban longsor memakan waktu berhari-hari, bahkan untuk mempercepat proses penggalian juga melibatkan alat berat eskavator.

“Kami juga menggunakan tiga buah eskavator untuk untuk membantu proses penggalian, selain itu juga dibantu oleh Tim SAR gabungan, TNI-POLRI, juga Instansi-instansi lain bahkan juga komunitas yang bergotong-royong ikut membantu” pungkas Tedjo, Komandan lapangan tim Rescue ACT DIY.

Hingga saat ini dua korban longsor yang masih belum ditemukan yakni Rufi Kusuma Putri (9), dan Eko Supatmi (50), “Sesuai SOP proses pencarian korban akan dilakukan selama tiga hingga tujuh hari, dan pencarian akan dihentikan ketika malam hari” tutup Tedjo.