Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Pengunjung melihat koleksi artefak dari zaman megalitikum di Situs Sokoliman, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, belum lama ini. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul menilai kawasan Situs Sokoliman di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo masih banyak menyimpan benda-benda purbakala. Pemkab mengimbau masyarakat di sekitar situs apabila menemukan artefak benda peninggalan masa lalu untuk segera melapor sehingga penemuan tersebut dapat diselamatkan.
Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Disbud Gunungkidul, Agus Mantara, mengatakan dari sisi peninggalan, peradaban di Gunungkidul merupakan tertua di DIY. Hal ini terlihat berbagai temuan artefak peninggalan masa lalu yang tersebar merata di seluruh wilayah.
Salah satu lokasi situs purbakala dapat dilihat di Situs Sokoliman di Desa Bejiharjo. Di lokasi ini, kata Mantara, menyimpan berbagai peninggalan benda prasejarah di zaman megalitikum atau zaman batu besar seperti menhir, peti kubur batu hingga artefak lainnya. “Di kawasan situs merupakan lokasi penemuan benda purbakala sekaligus sebagai tempat penyimpanan koleksi,” katanya, Kamis (21/3/2019).
Menurut dia, berdasarkan kajian dari tim ahli Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, potensi benda-benda purbakala di sekitar situs masih banyak. Namun demikian, keberadaannya masih tertimbun di dalam tanah. Sebagai contoh, penemuan menhir raksasa dengan panjang empat meter yang ditemukan secara tidak sengaja saat warga menggali liang lahat di kompleks permakaman desa setempat . Oleh karena itu ia meminta kepada masyarakat sekitar apabila menemukan mau melaporkan ke Disbud sehingga peninggalan benda yang memiliki nilai sejarah tinggi dapat diamankan dan dirawat. “Masih banyak yang terkubur dan tidak mungkin kami [Dinas Kebudayaan] melakukan pencarian sendiri. Jadi harapannya apabila masyarakat menemukan segera melapor sehingga bisa dikelola dengan semestinya,” katanya.
Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Disbud Gunungkidul, Winarsih, mengatakan Situs Sokoliman merupakan tempat yang memiliki peninggalan paling lengkap. Di lokasi tersebut selain ditemukan benda-benda masa prasejarah, juga dijadikan sebagai museum untuk menyimpan penemuan artefak di sekitar lokasi situs.
“Kalau di lokasi situs awalnya hanya ditemukan lima buah peti kubur batu, tapi setelah dijadikan sebagai penampung jumlah koleksi terus bertambah. Hingga saat ini di Situs Sokoliman terdapat 248 menhir dan 17 kubur batu,” katanya, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.