DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Pengunjung melihat koleksi artefak dari zaman megalitikum di Situs Sokoliman, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, belum lama ini. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul menilai kawasan Situs Sokoliman di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo masih banyak menyimpan benda-benda purbakala. Pemkab mengimbau masyarakat di sekitar situs apabila menemukan artefak benda peninggalan masa lalu untuk segera melapor sehingga penemuan tersebut dapat diselamatkan.
Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Disbud Gunungkidul, Agus Mantara, mengatakan dari sisi peninggalan, peradaban di Gunungkidul merupakan tertua di DIY. Hal ini terlihat berbagai temuan artefak peninggalan masa lalu yang tersebar merata di seluruh wilayah.
Salah satu lokasi situs purbakala dapat dilihat di Situs Sokoliman di Desa Bejiharjo. Di lokasi ini, kata Mantara, menyimpan berbagai peninggalan benda prasejarah di zaman megalitikum atau zaman batu besar seperti menhir, peti kubur batu hingga artefak lainnya. “Di kawasan situs merupakan lokasi penemuan benda purbakala sekaligus sebagai tempat penyimpanan koleksi,” katanya, Kamis (21/3/2019).
Menurut dia, berdasarkan kajian dari tim ahli Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, potensi benda-benda purbakala di sekitar situs masih banyak. Namun demikian, keberadaannya masih tertimbun di dalam tanah. Sebagai contoh, penemuan menhir raksasa dengan panjang empat meter yang ditemukan secara tidak sengaja saat warga menggali liang lahat di kompleks permakaman desa setempat . Oleh karena itu ia meminta kepada masyarakat sekitar apabila menemukan mau melaporkan ke Disbud sehingga peninggalan benda yang memiliki nilai sejarah tinggi dapat diamankan dan dirawat. “Masih banyak yang terkubur dan tidak mungkin kami [Dinas Kebudayaan] melakukan pencarian sendiri. Jadi harapannya apabila masyarakat menemukan segera melapor sehingga bisa dikelola dengan semestinya,” katanya.
Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Disbud Gunungkidul, Winarsih, mengatakan Situs Sokoliman merupakan tempat yang memiliki peninggalan paling lengkap. Di lokasi tersebut selain ditemukan benda-benda masa prasejarah, juga dijadikan sebagai museum untuk menyimpan penemuan artefak di sekitar lokasi situs.
“Kalau di lokasi situs awalnya hanya ditemukan lima buah peti kubur batu, tapi setelah dijadikan sebagai penampung jumlah koleksi terus bertambah. Hingga saat ini di Situs Sokoliman terdapat 248 menhir dan 17 kubur batu,” katanya, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.