Gelar Seni TBY Jadi Ajang Apresiasi

Penampilan seni kerakyatan Kubrosiswo Siswomudo dari Tempel, Sleman, sebagai pembuka Gelar Seni TBY Bulan Maret 2019. - Harian Jogja/Lugas Subarkah
23 Maret 2019 19:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kebudayaan DIY, senantiasa mengapresiasi kekayaan seni budaya yang dimiliki masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan menggelar kegiatan Gelar Seni TBY setiap sebulan sekali.

Koordinator Lapangan Gelar Seni TBY, Wastianto mengatakan acara kali ini merupakan acara kedua pada 2019. Seni pertunjukan yang berlangsung di panggung outdoor TBY dari pukul 11.00-17.00 WIB ini melibatkan sejumlah kelompok seni tradisi yang tersebar di DIY.

Ia menjelaskan, seni pertunjukan yang dipentaskan dalam Gelar Seni TBY mencakup enam seni rakyat, satu wayang, dan satu kethoprak. “Untuk pementasan Maret hari pertama, diisi oleh seni kerakyatan Kubrosiswo Siswomudo, Jathilan Satriyo Kridho Budoyo, Langen Carita Sanggar Tari Kembang dan wayang oleh Ki Mara Pembayun, dengan lakon Lampahan Jabang Tetuka,” katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (23/3/2019).

Sedangkan pada hari kedua, Minggu (24/3/2019) pementasan akan diisi oleh seni kerakyatan Kelompok Tari SKB, Bale Seni Condro Radono, Jathilan Campur Sari Mari Kangen, dan kethoprak oleh Komunitas Kethoprak Lintang Kumedhap. “Seni tradisi kerakyatan, masing-masing kelompok 22 orang, kalau kethoprak itu 39 orang, dan wayang kulit sekitar 22 orang juga,” jelas Wastianto.

Dalam menjaring kelompok seni kerakyatan, TBY melakukan seleksi proposal yang diajukan oleh masing-masing kelompok. Selain memberi kesempatan kepada kelompok seni kerakyatan tampil di depan audiens, Gelar Seni TBY ini juga agar masyarakat tetap bisa menikmati seni pertunjukan tradisional di tengah arus modernisasi yang kian pesat.