Pasutri Kembali Bertarung Jadi Lurah Dengok, Seperti 2018
Pasutri Suyanto dan Dwi Astutiningsih kembali bertarung menjadi Lurah Dengok, Playen, setelah duel serupa terjadi pada pemilihan 2018.
Ilustrasi Tempat Pemungutan Suara (TPS)./ Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi Pemilihan umum (KPU) Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp11,83 miliar untuk honor kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan petugas keamanan di TPS. Diharapkan selama pemilihan berlangsung petugas dapat menjalangkan tugasnya dengan sebaik-baiknya sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar.
Anggota KPU Gunungkidul, Andang Nugroho, mengatakan jajarannya terus bersiap untuk penyelenggaraan pemungutan suara pada 17 April 2019. Selain merekrut petugas KPPS, KPU juga menyiapkan honor untuk petugas di tempat pemungutan suara (TPS). Adapun petugas di setiap TPS terdiri dari dua petugas keamanan, tujuh petugas KPPS yang salah satunya berperan sebagai ketua.
Untuk honor bervariasi dan disesuaikan dengan jabatan. Untuk posisi ketua KPPS, KPU memberikan insentif Rp550.000 dan anggota sebesar Rp500.00 per orang. Untuk petugas keamanan dialokasikan Rp400.00 per petugas. “Sudah dialokasikan dengan total anggaran sebesar Rp11,83 miliar,” kata Andang, Senin (25/3/2019).
Dia menjelaskan anggaran untuk petugas di KPPS berasal dari KPU Pusat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Rencananya honor diberikan setelah petugas menyelesaikan tugas dalam pelaksanaan pemilihan umum. “Sudah siap dan nantinya akan diberikan kepada masing-masing petugas yang disesuaikan dengan ketugasan yang dimiliki,” katanya.
Disinggung mengenai kinerja, Andang mengungkapkan sebelum bertugas, petugas di TPS khususnya anggota KPPS akan diberikan bimbingan teknis terkait dengan tata cara kerja pada saat pemilihan. Dia berharap para petugas dapat menjalankan tugasnya dengan semaksimal mungkin sehingga pelaksanaan pemilihan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan sukses,” kata dia.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan rekrutmen KPPS sudah memasuki tahap akhir. Saat ini panitia seleksi di tingkat panitia pemungutan suara (PPS) sudah mulai merekrut dan rencananya calon terpilih ditetapkan Rabu (27/3). “Sebelum ditetapkan, calon terpilih diumumkan di sekretariat PPS di setiap desa untuk mendapatkan saran dan masukan dari masyarakat,” kata Hani.
Menurut dia, adanya pengumuman calon anggota KPPS dilakukan untuk memastikan rekrutmen berjalan secara terbuka dan transparan. “Jumlah KPPS disesuaikan dengan TPS di Gunungkidul. Di setiap TPS ada tujuh anggota, satu orang sebagai ketua, yang bertugas menyelengggarakan proses pemilihan mulai dari pencoblosan hingga rekapitulasi suara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasutri Suyanto dan Dwi Astutiningsih kembali bertarung menjadi Lurah Dengok, Playen, setelah duel serupa terjadi pada pemilihan 2018.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 14 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta rincian biaya resminya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 14 September 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
3D printing mulai meluas di Jogja, digunakan keluarga, UMKM, mahasiswa hingga pendidikan untuk kreativitas, produksi dan pengembangan produk.