Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Sejumlah pengendara melintas di salah satu titik kerusakan jalan di kawasan perbatasan Gunungkidul dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, Senin (25/3/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah warga di wilayah perbatasan berharap jalan provinsi di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, segera diperbaiki. Pasalnya di jalur ini banyak sekali jalur yang berlubang sehingga rawan kecelakaan.
Salah seorang warga Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, Ariyanto, mengeluhkan kondisi jalan di daerahnya karena banyak yang rusak. Menurut dia, kondisi ini mengganggu kelancaran lalu lintas karena jalan banyak berlubang sehingga pengendara yang melintas harus berhati-hati agar tidak mengalami kecelakaan. “Kalau tidak hati-hati bisa terjadi kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor,” kata Ari saat ditemui Harian Jogja, Senin (25/3/2019).
Menurut dia, perbaikan merupakan solusi yang tepat, terlebih lagi di jalur ini juga merupakan salah satu akses utama menuju Gunungkidul dari sisi utara. Meski demikian, ia mengaku hanya bisa berharap karena perbaikan merupakan kewenangan dari pemerintah. “Ya harapannya bisa diperbaiki sehingga jalannya mulus. Mosok di wilayah Jawa Tengah jalannya sudah bagus, tetapi saat masuk ke Gunungkidul ada jalan yang rusak. Jadi harapannya kerusakan tersebut jangan dibiarkan terlalu lama,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sunardi, warga Desa Candirejo, Kecamatan Semin Menurut dia, perbaikan jalan sangat diharapkan masyarakat. Selain sebagai upaya memperlancar arus lalu lintas, juga sebagai upaya mengindarkan pengendara dari kecelakaan.
Menurut dia, di titik kerusakan terparah sudah ada upaya menimbun dengan tanah uruk. Namun demikian Sunardi meyakini hal tersebut tidak bertahan lama sehingga lubang akan kembali terlihat. “Pengurukan yang dilakukan tidak permanen. Jadi, kalau terus diguyur hujan dan dilintasi kendaraan lama kelamaan kembali berlubang. Sebaiknya diperbaiki secara permanen bukan hanya diuruk dengan tanah,” katanya.
Menurut dia, kerusakan ada di sejumlah titik mulai dari tanjakan di Krikilan atau titik di Bulak Brumbung. Kerusakan yang terjadi tidak hanya jalan yang bergelombang, tetapi juga ada titik jalan yang berlubang. Selain masalah perbaikan jalan, warga juga berharap di sepanjang jalur diberikan lampu penerangan sehingga saat malam tidak gelap. “Jalannya rusak, kalau malam gelap karena minim lampu penerangan. Kami berharap ada upaya memperbaiki dengan melengkapi dengan fasilitas lampu untuk menerangi jalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.