Advertisement
30.000 Cemara Udang Akan Ditanam Sepanjang 5,3 Kilometer untuk Lindungi NYIA dari Ancaman Tsunami
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo Akhid Nuryati (dua dari kiri) meninjau kondisi tambak udang di Desa Glagah, Kecamatan Temon, Rabu (20/2/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menyiapkan 30.000 pohon cemara udang yang membentang 5,3 kilometer dari Pantai Congot sampai Pantai Glagah. Sabuk hijau itu dipakai sebagai peredam ancaman tsunami.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan jawatannya sudah merencanakan langkah mitigasi di selatan New Yogyakarta International Airport (NYIA) untuk meminimalkan dampak buruk tsunami.
Advertisement
Menurut dia, berdasarkan kajian tata ruang, jarak 200 meter dari titik pasang tertinggi harus dijadikan kawasan konservasi. Dengan demikian, beberapa bangunan dan lahan tambak yang ada di sempadan pantai akan dikosongkan dan dialihfungsikan menjadi sabuk hijau dengan penanaman cemara udang.
“Kami lakukan koordinasi terus. Di rapat kemarin, kami sarankan agar di kawasan sempadan pantai itu dijadikan sabuk hijau. Rencana penanaman pohon vegetasi yang sesuai,” kata dia, Senin (25/3/2019).
BACA JUGA
Menurut dia, cemara udang adalah vegetasi paling pas untuk melindungi NYIA dari bahaya tsunami. Sempadan pantai yang akan dijadikan sabuk hijau sepanjang 5,3 kilometer, membentang dari Pantai Congot sampai Pantai Glagah.
“Kami perhitungkan, minimal harus ada 30.000 batang pohon cemara udang.”
Arif mengatakan30.000 batang pohon membutuhkan penyediaan bibit yang banyak sehingga penanamannya akan dibagi dalam bebetapa tahap.
“Kami juga memperhitungkan secara teknis pemeliharaan dan tingkat kematian tanaman. Karena untuk cemara udang, tingkat kegagalan tumbuhnya tinggi. Sampai kemungkinan 40% bisa mati kalau tidak ditangani serius,” ucap Arif.
“Kami perhatikan mulai dari ketersediaan pupuk. Antisipasi dari sisi kematian pohon. Per lubang itu sudah diperhitungkan.”
Pemkab Kulonprogo kini menyiapkan kerja sama dengan Angkasa Pura I untuk menentukan penanggung jawab pemeliharaan cemara udang di sabuk hijau tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agus Langgeng Basuki mengatakan pembangunan sabuk hijau di sempadan pantai selatan Bandara NYIA akan berdasarkan nota kesepahaman tiga pihak.
“Kami akan siapkan MoU antara Pemkab Kulonprogo, Angkasa Pura I, dan Pakualaman sebagai pemilik lahan. Kami saat ini masih koordinasi terkait dengan mitigasi bencana di bandara,” ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Glamping DeLoano Menoreh Dibuka Lagi, Sensasi Menginap di Hutan Pinus
Advertisement
Berita Populer
- DPRD Jogja Gelar Penghormatan Terakhir untuk Adrian Subagyo
- Forum UMKM Kulonprogo Dibentuk, Fokus Digitalisasi dan Kolaborasi
- Harlah Muslimat NU, Sultan Tekankan Peran Ibu Bangun Bangsa
- Jadwal KRL Jogja-Solo 13 April 2026, Berangkat dari Tugu ke Palur
- Jadwal KRL Solo-Jogja 13 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
Advertisement
Advertisement







