Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady (tengah depan) menunjukkan barang bukti pil terlarang saat gelar kasus di Mapolres Gunungkidul, Kamis (28/3/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogqa.com, GUNUNGKIDUL—Petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gunungkidul membongkar dua sindikat pengedar obat terlarang yang biasa beroperasi di wilayah Gunungkidul. Dari dua sindikat yang beranggotakan lima orang penjual dan pengedar ini polisi menyita sebanyak 5.000 butir obat terlarang jenis trihexypenidyl atau pil sapi siap edar.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, mengatakan penangkapan salah seorang pelaku berinisial PP, 22, menjadi kunci awal pengungkapan peredaran pil sapi di Gunungkidul. PP tercatat sebagai warga Dusun Kalangan, Desa Ngipak, Kecamatan Karangmojo.
"Tersangka PP kami tangkap di Dusun Karangmojo 1, Desa Karangmojo. Dari hasil penyelidikan, PP terbukti mengedarkan obat-obatan terlarang dan barang bukti yang kami sita sebanyak 70 butir pil dengan logo huruf Y," ucap Kapolres dalam gelar kasus di Mapolres Gunungkidul, Kamis (28/3/2019).
Saat diperiksa, PP mengaku mendapatkan obat tersebut dari rekannya berinisial FN, 26, warga Dusun Kalangan, Desa Ngipak, Kecamatan Karangmojo. Tak menunggu waktu lama, polisi kemudian mencokok FN di rumahnya. Kepada petugas, FN mengaku mendapat obat terlarang dari ODS, 23, warga Kabupaten Sleman.
"FN ditangkap di Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Jogja, kemudian OSD kami tangkap di wilayah Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Dari tangan kedua pelaku kami menyita 307 butir pil sapi," kata Kapolres.
Pada Sabtu (23/3) jajaran Satresnarkoba Polres Gunungkidul juga mengungkap kasus peredaran obat terlarang di wilayah Kecamatan Ponjong. Dalam kasus ini polisi menangkap DN di Jalan Semanu-Ponjong, tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, dan menyita 150 butir pil trihexypenidyl.
“ODS yang tercatat sebagai warga Sleman mengaku mendapatkan pil sapi dari pelaku berinisial DN yang ditangkap di Jogotirto, Berbah, Sleman. Dari tangan DN kami menyita 4.370 butir pil sapi," kata dia.
Kasatresnarkoba Polres Gunungkidul, AKP Tri Wibowo, menyatakan selama ini pil sapi tersebut diedarkan di kalangan pelajar dan remaja di Gunungkidul. Obat terlarang tersebut dijual dengan harga murah agar para pelajar tertarik membeli. "Biasanya dijual per 10 butir seharga Rp30.000 sampai Rp50.000. Mereka diiming-imingi setelah mengonsumsi obat bisa merasa senang," ujar Tri Wibowo. Oleh penyidik, para pelaku dijerat dengan Pasal, 197 Jo Pasal 106 ayat 1 Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 UU No.36/2009 tentang Kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.