RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Panembahan Senopati Bantul, Agus Budi Raharja, saat mengunjungi pasien yang sedang melakukan cuci darah, Kamis (29/3/2019). /Ist-Dok
Harianjogja.com, BANTUL-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul tahun ini menambah sejumlah fasilitas medis di ulang tahunnya ke-16.
Fasilitas medis tersebut di antaranya adalah layanan radiologi berupa Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan penambahan mesin hemodialisa atau alat cuci darah sebanyak 25 unit.
Layanan radiologi melalui RMI ini diresmikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis, Kamis (29/3/2019). Selain Helmi, hadir juga Asisten Bidang Pemerintahan Sri Ediastuti.
“Setahu saya MRI ini di Bantul saat ini baru ada dua, yakni di RS TNI Angkatan Udara Harjolukito dan di RS Panembahan Senopati ini,” kata Direktur RSUD panembahan Senopati Bantul, I Wayan Marthana.
I Wayan mengatakan manajemen rumah sakit terus berupaya meningkatkan semua layanan medis dengan menyesuaikan perkembangan teknologi dunia medis untuk mempermudah pelayanan. Sebelum ada MRI, layanan radiologi selama ini hanya melalui rongen dan CT-Scan atau computerized tomography.
Menurut dia, keberadaan MRI akan melengkapi layanan radiologi karena mampu mendeteksi banyak organ dalam yang selama ini tidak terdeteksi oleh CT-Scan. Misalnya, cedera pada otot saat dilakukan CT-Scan maka yang terlihat hanya tulang, dengan MRI bisa sampai otot.
“Cedera tulang belakang selama ini bisa lihat tulangnya sekarang bisa sampai dalam tulangnya,” kata I Wayan.
Selain itu pihaknya juga menambah 25 unit hemodialisa untuk mengurangi antrian pasien yang melakukan cuci darah. Sejauh ini di RSUD Panembahan Senopati hanya ada 25 alat untuk melayani pasien rutin sebanyak sekitar 200 orang, belum termasuk pasien baru sehingga menimbulkan banyak antrian.
Tidak hanya alat, namun rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bantul ini juga kini menyediakan layanan spesialis onkologi untuk penderita kanker. I Wayan mengatakan penyempurnaan alat medis akan terus dilakukan namun secara bertahap, karena butuh biaya yang tidak sedikit. Untuk satu alat MRI saja butuh sekitar Rp20 miliar lebih.
Sementara itu Kepala Instalasi Radiologi RSUD Panembahan Senopati Bantul, Rofi Siswanto menambahkan, MRI melengkapi peralatan yang ada selama ini seperti CT-Scan, rongen, dan USG. Semuanya berbasis komputer. Selain melayani pasien, selama ini RSUD Panembahan Senopati juga merupakan rumah sakit pendidikan bagi para calon dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.990-Rp18.050 per dolar AS pada Jumat, dipengaruhi sentimen global dan domestik.
Suara Ibu Yogyakarta menggelar aksi damai di Bundaran UGM dengan tujuh tuntutan, mulai ekonomi, harga pangan, hingga kriminalisasi aktivis.
Harga emas Antam hari ini, Jumat 3 Juli 2026, naik Rp11.000 menjadi Rp2.651.000 per gram. Simak daftar harga emas semua pecahan.
Pemkab Bantul memindahkan TPR Parangtritis ke akses masuk pantai mulai 1 Juli 2026 untuk menata retribusi wisata dan menghindari keluhan pengguna jalan.
Pemerintah mulai menerapkan biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026 untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan BBM fosil.