Olifant Gandeng Sekolah Warrnambool Australia

Grand Keisha Yogyakarta by Horison menyandang gelar The Best Food & Beverages./ Ist - Grand Keisha Yogyakarta by Horison
13 April 2019 07:07 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Di era globalisasi dan keterbukaan saat ini, batas hubungan antara penduduk dunia semakin tidak terasa. Kesempatan untuk di masa mendatang bekerja sama dengan orang dari negara lain akan sangat terbuka. Sebuah tantangan bagi generasi sekarang untuk memiliki kemampuan membangun relasi dan menyesuaikan diri dengan berbagai budaya yang ada di dunia. 

Head of Creative Development Olifant School Mariana Hastuti mengatakan Olifant sebagai salah satu sekolah yang ingin mempersiapkan siswanya untuk siap menghadapi revolusi industri dan situasi dunia di masa mendatang, selalu berusaha memberikan sebanyak mungkin kesempatan bagi siswanya untuk dapat berkenalan dengan orang-orang dari berbagai negara. "Salah satunya terwujud dalam program kerja sama Sekolah Olifant dengan Sekolah Warrnambool Australia. Kami memberikan kesempatan bagi keluarga siswa-siswi Olifant menjadi tuan rumah atau keluarga asuh bagi siswa siswi Warrnambool yang sedang mengikuti perjalanan edukasi budaya di Indonesia, khususnya di DIY," kata dia dalam rilisnya, Rabu (10/4).

Siswa siswi Warrnambool ini mengikuti salah satu pelajaran sekolah di Australia, yaitu pengenalan budaya dan bahasa Indonesia. Perjalanan mereka ke DIY ini sebagai bagian dari aplikasi mereka untuk mengenal budaya Indonesia dan belajar bahasa Indonesia secara langsung.

Diawali dengan perkenalan dengan keluarga yang menjadi keluarga asuh selama mereka ada di Jogja. Keluarga asuh ini berasal dari keluarga siswa-siswi Olifant School. Selama mereka tinggal di Jogja dan mengikuti kegiatan di Olifant School, mereka tinggal bersama dengan keluarga asuhnya.

Kegiatan selanjutnya diisi dengan kegiatan pengenalan budaya di Sekolah Olifant. Dari mulai mengenal musik dan tarian tradisional DIY, membuat batik, mengenal makanan tradisional seperti rujak, dan bergabung di kelas untuk berinteraksi dengan siswa Sekolah Olifant, serta memperkenalkan berbagai permainan dari Australia kepada siswa siswi Olifant School.

Hal lain yang tidak kalah penting yang dilakukan adalah membuat proyek kampanye tentang penggunaan plastik dengan bijak. Mereka membuat berbagai media untuk kampanye dan menyerukan penggunaan plastik dengan bijak melalui poster, vlog dan bahkan melakukan kampanye langsung kepada siswa serta orang tua Olifant yang mereka temui.

Didampingi oleh Kepala Sekolah dan guru dari Warrnambool Australia, pelajar asing ini berhasil melewati tantangan penyesuaian diri dan penyesuaian budaya. Tidak sedikit mereka yang bahkan sudah menganggap rumah serta keluarga asuhnya selama di DIY ini sebagai keluarga mereka.

“Berkenalan dan membangun relasi dengan warga dari negara lain akan sangat membantu kita dan anak-anak kita untuk lebih membuka wawasan, lebih fleksibel dalam membangun relasi. Dan yang paling penting membangun rasa percaya diri untuk nantinya menjadi bekal dalam mereka bersaing di dunia global," ujar dia.