SMA Swasta Ini Mampu Loloskan Puluhan Siswanya ke SNMPTN, Apa Kiatnya?

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja Slamet Purwo. - Ist/Dok.
15 April 2019 17:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Meloloskan siswanya ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bagi SMA Negeri mungkin merupakan hal biasa. Adalah SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja, merupakan SMA swasta yang mampu meloloskan siswanya ke SNMPTN dalam jumlah mencapai puluhan.

Sekolah ini berada di urutan ke-7 dari seluruh SMA di DIY yang mampu meloloskan paling banyak siswanya ke PTN melalui jalur SNMPTN. Kepala SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja Slamet Purwo mengatakan pada 2019 ini, siswanya yang lolos SNMPTN sebanyak 33 pelajar. Jumlah itu meningkat dari SNMPTN 2018 yang hanya 22 siswa yang lolos.

“Dari 33 itu ada yang diterima di UGM, UI, UPN dan lainnya termasuk juga di ISI Jogja, beragam,” terang dia dalam keterangan persnya, Senin (15/4/2019).

Adapun jurusan yang berhasil ditembus mulai dari ilmu ekonomi, akuntansi, computer, teknik lingkungan, geologi, ilmu tanah hingga hubungan internasional serta beragam jurusan lain. Ia meyakini para siswa tersebut memang memiliki kelebihan akademik di sekolahnya. Slamet mengakui, pihaknya memiliki sejumlah kiat dalam menjadikan siswanya bisa lolos ke SNMPTN.

“Ada beberapa program yang kami lakukan untuk mendukung ini [program siswa mendaftar SNMPTN],” ujarnya.

Ia mengatakan, sejak awal masuk kelas 10 siswa sudah diberikan pendampingan, bimbingan, baik dari wali kelas dan guru BK. Kedua jenis guru ini berperan memberikan konsultasi, pendidikan, dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Tujuannya agar nilai siswa terus meningkat. Selain diberikan pendampingan, komunikasi dengan orangtua juga dilakukan secara terus menerus.

“Komunikasi dengan orangtua ini sangat penting, karena mohon maaf kadang misalnya orangtuanya berharap anaknya masuk ke jurusan A, tetapi anak minat dan kemampuannya tidak ke A tersebut, nah itu kami komunikasikan, agar mendapatkan jurusan tepat sesuai minat dan bakatnya,” katanya.

Tak kalah pentingnya, kata dia, para siswa juga diberikan tambahan pelajaran sehingga terus mengupgrade kemampuan melalui beragam materi. “Kami termasuk urutan ke-7 dari semua SMA negeri dan swasta yang terbanyak diterima di PTN,” ucapnya.

Slamet mengatakan siswa yang berprestasi juga terus difasilitasi. Salah satu siswa peraih medali emas OSN 2018 tingkat nasional bidang kebumian, Yuanditra San juga diterima di UGM melalui jalur SNMPTN. Pada 2018 ini, pihaknya mempersiapkan dua siswanya untuk bisa menuju ke Olimpiade Siswa Nasional (OSN) 2019 nasional. Keduanya adalah Alfido kelas XI IPA-1 dan Asrifani kelas XI IPA-4 .

“Untuk OSN ini kami secara khusus mendatangkan guru dari luar untuk memberikan pembimbingan, biasanya yang memiliki pengalaman di bidang OSN seperti pernah juara OSN,” katanya.

Alfido mengatakan, dalam proses seleksi OSN menuju tingkat nasional ia sudah lolos di tingkat Kota Jogja dengan menyisihkan berbagai SMA di Jogja. Proses seleksi di tingkat provinsi DIY juga telah digelar beberapa waktu lalu. Saat ini ia sedang menunggu hasil pengumuman dari seleksi tersebut.

“Kalau tesnya itu soalnya ada 50, tetapi setiap satu soal itu ada empat lagi soal di dalamnya, jenis soalnya bermacam-macam ada yang pernyataan benar atau salah,” katanya.

Humas SMA Muhamamdiyah 2 Jogja Fatna Taufiyanti menambahkan, selain OSN, pihaknya juga sedang mempersiapkan sejumlah seleksi lain yang sudah lolos di tingkat Kota Jogja. Seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) siswanya Nanda P Kelas XI IPS-2 berhasil mendapat juara pertama pada cabang Lompat Jauh. Kemudian juara 3 Cabang Badminton, Diva Anisa dan juara 3 cabang Pencak Silat Putra juga diperoleh siswanya, Alfian Nur kelas XI IPA-4 .

“Kemudian ada Mohammad Ilham mendapatkan juara ketiga kategori vokal putra dalam lomba FLS2N tingkat kota,” ujarnya.