Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Kondisi rumah Suryanto yang jebol terkena material longsor. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Bantuan perbaikan rumah yang rusak akibat Siklon Savannah beberapa waktu lalu mulai dicairkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan pencairan bantuan diberikan kepada pemilik enam rumah yang rusak berat akibat Siklon Savannah. Masing-masing rumah, kata Dwi, bantuan dicairkan senilai Rp20 juta.
Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan, kerusakan rumah akibat Siklon Savannah mencapai puluhan unit yang tersebar di beberapa kecamatan. Dari puluhan rumah diverifikasi kembali menjadi 12 unit rumah.
Verifikasi, kata dia, terus dilakukan hingga menyisakan enam rumah yang dianggap rusak berat, karena lainnya hanya bagian dapur atau rusak sedang. "Setelah diverifikasi ternyata hanya enam rumah yang benar-benar rusak berat dan perlu bantuan perbaik," kata Dwi saat ditemui seusai rapat persiapan Peringatan Hari Keiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional di kompleks Kantor Pemkab Bantul, Selasa (16/4/2019).
Dwi mengatakan keenam rumah rusak berat yang menerima bantuan berada di tiga kecamatan yang berbeda, yakni Kecamatan Imogiri, Dlingo, dan Piyungan. Bantuan senilai Rp20 juta per unit yang diwujudkan dalam bentuk material bangunan tersebut merupakan sumbangan dari beberapa perusahaan swasta yang disalurkan melalui BPBD Bantul.
Dia mengatakan material bangunan sudah bisa disalurkan dan perbaikan rumah bisa dilakukan dalam bulan ini. Lebih lanjut mantan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) ini mengatakan selain menyalurkan bantuan perbaikan rumah rusak akibat Siklon Savanah, bantuan rumah rusak akibat Siklon Cempaka September 2017 juga baru bisa disalurkan triwulan II tahun ini.
Secara keseluruhan, kata dia, ada 40 kepala keluarga (KK) yang menerima bantuan dengan nilai bantuan per KK Rp100 juta. Dwi mengaku kerusakan rumah akibat Siklon Cempaka memang lebih banyak ketimbang Siklon Savannah dan tingkat kerusakan rumah juga cukup parah sehingga bantuannya senilai rumah baru yang sebagian besar terpusat di Imogiri.
Menurut dia bencana dampak Siklon Cempaka dan Siklon Savanah yang terbesar ada di wilayah Bantul Timur atau sekitar Kali Opak. Dampak tersebut tersebar di sepanjang sesar Kali Opak, sehingga potensi terjadinya bencana pergeseran tanah di wilayah tersebut cukup tinggi. Sehingga pihaknya meminta masyarakat untuk selalu waspada. "Bantuan 40 rumah juga diberikan dalam bentuk material bangunan langsung dibuatkan rumah. Sekarang sudah masuk lelang pembuatan rumahnya," kata Dwi.
Berbeda dengan bantuan rumah akibat Siklon Savannah, bantuan kerusakan rumah akibat Siklon Cempaka ini berumber dari Badan Naional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Bantul, Sri Ediastuti mengatakan Bantul merupakan daerah rawan bencana baik bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan luapan sungai. Bantul juga daerah rawan gempa bumi dan tsunami. Sehingga kesiapsiagaan menjadi penting.
"Harus mencontoh Jepang bagaimana kesadaran akan bencana di sana sudah tersistem sampai anak-anak sekolah dasar. Betapa mereka sudah sadar apa yang harus dilakukan ketika bencana tanpa harus dikomando lagi," kata Edi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inter Milan kalahkan Manchester City lewat adu penalti 3-1 di Hong Kong. Gol Divin Mubama dan Pavard, tiga penendang City gagal.
Jennie BLACKPINK tampil di konser Tame Impala Boston dengan busana gotik transparan. Dracula (Remix) dibawakan langsung pertama kali. Pro-kontra pun terjadi.
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Christopher Nolan sebut AI seperti Kuda Troya kaca, semua bisa lihat bahayanya. Ia juga soroti skeptisisme generasi muda terhadap AI.
Pengalaman menarik dirasakan Joko Sunarno warga Borangan, Manisrenggo, Klaten yang tinggal di Yogyakarta saat mendampingi istrinya sakit.