Ganti Duojo Digelar di Alun-Alun Sewandanan

Bregada Lombok Abang tampil dalam arak-arakan prosesi Ganti Duojo di Alun-Alun Sewandanan, kompleks Pura Pakualaman, Jogja, Sabtu (20/4/2019) lalu. - Istimewa/Dispar DIY
23 April 2019 19:42 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bersama Pura Pakualaman kembali menyelenggarakan Prosesi Pergantian Jaga Bregada (Ganti Duojo), Sabtu (20/4/2019).

Atraksi Ganti Duojo Pura Pakualaman merupakan salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh Dispar DIY bekerja sama dengan Pura Pakualaman DIY. Kegiatan yang dilaksanakan di Alun-Alun Sewandan Pura Pakualaman ini merupakan salah satu cara pelestarian budaya sekaligus untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke DIY, khususnya Pura Pakualaman.

Pergantian prajurit dimulai dengan prosesi upacara. Dikibarkannya bendera berwarna merah menandai dimulainya tugas Bregada Plangkir menggantikan Bregada Lombok Abang untuk menjaga Kadipaten Pura Pakualaman selama 35 hari atau selapan hari ke depan. “Prosesi pergantian bregada diakhiri dengan kegiatan mubeng beteng, yaitu para bregada berjalan mengelilingi beteng di Kadipaten Pakualaman,” kata Koordinator Pelaksana Ganti Duojo, Doni Surya Megananda melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (23/4/2019).

Untuk menjadikan kawasan Pura Pakualaman sebagai daya tarik wisata budaya, Dispar DIY juga menghadirkan para seniman lokal dari berbagai daerah di DIY. Mereka tampil dalam pentas atraksi kesenian yang dipusatkan di Alun-alun Sewandanan.

Beberapa di antaranya Kelompok Jatilan Panji Laras dari Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, serta Sanggar Argogandes yang membawakan tari sesonderan. “Rangkaian upacaranya sudah dimulai dari Jumat [19/4/2019] malam dengan menghadirkan sarasehan dan kesenian karawitan. Puncaknya, pada Sabtu Kliwon yang dimeriahkan dengan kesenian jatilan dan jemparingan,” kata Doni.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dispar DIY Arya Nugrahadi mengatakan acara tersebut terbuka bagi semua kalangan dan lapisan masyarakat. Melalui atraksi wisata budaya, dia berharap bisa menambah semarak kawasan Pura Pakualaman. “Diharapkan Alun-Alun Sewandanan bisa jadi pusat gelaran seni tradisional maupun modern yang menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan baik nusantara maupun asing,” ucap Arya.