Hasto Presentasikan Rencana Pengembangan YIA, Seperti Ini Arahan dari Sultan

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.Harian Jogja/Uli Febriarni
24 April 2019 06:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menemui Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, di kompleks kepatihan, Selasa (23/4/2019). Pertemuan ini membahas rencana pengembangan pariwisata secara umum dan Yogyakarta Internasional Airport (YIA) yang akan dilaunching Senin (29/4/2019) mendatang.

Kepada wartawan Hasto menjelaskan presentasi kepada gubernur dalam rangka penyusunan RTRW dan RDTR yang harus segera jadi merujuk pada perkembangan pembangunan bandara. Menurutnya, yang perlu disegerakan adalah pembangunan kawasan di sekitar bandara, seperti Pantai Glagah dan Congot.

Untuk itu ia minta petunjuk supaya kawasan ini bisa dikembangkan sesuai arahan Gubernur. Sejumlah arahan Gubernur seperti tanah harus clear, kemudian agar bisa tidak semua memakai APBD dan APBN, pemda perlu memberdayakan pihak swasta.

Dalam pertemuan ini, Hasto juga melaporkan progress Bedah Menoreh. Poinnya adalah menghubungkan mulai dari YIA sampai perbukitan menoreh, kemudian tembus Borobudur. Gubernur memberi arahan agar jalur ini terhubung dengan outer ringroad supaya satu konsep sekalian.

Ia mengatakan, kalau ada tol dari Cilacap sampai Jogja, jangan langsung berhubungan dengan bandara, tapi harus agak jauh. Rest area juga jangan mepet dengan tol, supaya bisa dinikmati oleh masyarakat lainnya, terutama menengah ke bawah.

Berikutnya, kata Hasto, aerotropolis tidak harus di deket bandara. Atas arahan Gubernur ia diperbolehkan membangun aerotropolis dengan jarak 30 Km dari bandara. Nantinya pembangunan ini akan membentang ke timur atau utara. Dalam waktu dekat Hasto harus segera menentukan titik ini.

Rumah sakit interasional yang akan finishing di akhir 2019 juga ia bahas di pertemuan ini. Ia memaparkan bangunan sudah jadi, tapi alat-alat masih dipikirkan, karena butuh dana Rp130 miliar. “Kalau keterbatasan dengan APBD bisa KSO kerjasama dengan pihak pihak swasta,” katanya.

Sementara untuk kesiapan YIA, hasto menjelaskan kemarin sudah ada assesment bersama pelaku-pelaku kedirgantaraan baik dari dalam maupun luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Dalam assesment ini telah dilihat, dicek, dan diberi catatan kekurangannya dimana.

Sebelum launching, pada Jumat (26/4/2019) akan dilakukan uji coba dengan pesawat yang memang sesuai dengan yang direncanakan. Ia mengatakan pada uji coba itu sejumlah menteri akan ikut mendarat. Dan untuk launching, katanya Angkasa Pura 1 telah mengirim permohonan agar dihadiri oleh presiden.

Dari pihak Pemkab, persiapan yang dilakukan terkait multiplier efek seperti instruksi presiden agar kalau ada pertumbuhan usaha harus didukung dengan perizinan. Pemkab juga telah menyiapkan program-program ekonomi kerakyatan yang mendukung bandara.

“Kita kembangkan seperti water treatment, lapak-lapak yang ada di nambulan, ada enam lapak, kita siapkan assesment, produk2 lokal standar yang bisa terdisplay di bandara,” kata Hasto.

Untuk mendukung operasional bandara, Pemkab akan menyiapkan sistem transportasi. Menurutnya, ini juga sebagai upaya agar rakyat tidak hanya jadi penonton. Sopir taksi dan ojek juga harus bisa menikmati.