Advertisement
PBNU: Pemilu 2019 Bukti Indonesia Mampu Berdemokrasi
Ratusan Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPPS) Kabupaten Sleman mendatangi kantor KPU Sleman, Senin (22/4/2019) pagi. - Harian Jogja/Yogi Anugrah
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-- Pemungutan suara Pemilu 2019 telah selesai digelar. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj mendoakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal agar diampuni dosa mereka oleh Tuhan Yang Maha Esa.
"Dalam perjuangan mereka ada yang gugur dari unsur KPPS. Mudah-mudahan amal mereka diterima Allah diampuni khilaf dan dosanya," kata Said di Jakarta, Selasa (23/4/2019).
Advertisement
Komisi Pemilihan Umum menyatakan jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia pada saat rekapitulasi mencapai 119 orang.
Sementara itu 548 petugas lainnya sakit. Jumlah korban tersebar di 25 provinsi.
BACA JUGA
Kendati demikian, Said berpendapat pemilu secara umum berlangsung dengan damai. Jika terjadi peristiwa membuat petugas KPPS meninggal, penyelenggaraan harus dievaluasi.
Dia menilai pemilu di Indonesia juga berlangsung sesuai prinsip kedewasaan. Itu harus bisa menjadi contoh bagi bangsa lain.
Tidak kalah penting, kata dia, kedewasaan itu harus terus dijaga dalam kehidupan bernegara.
"Ini bukti kita mampu berdemokrasi. Islam dan demokrasi tidak bertentangan bahkan saling memperkuat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
- KRL Jogja-Solo Padat Seharian, Ini Jadwal Kamis 2 April 2026
- Aniaya Pengguna Jalan di Muja Muju, Bang Jago Ngopo Diringkus Polisi
Advertisement
Advertisement









