Proposal Penelitian Belum Lolos, Akademisi Diberi Pelatihan

Kegiatan workshop peningkatan kualitas proposal penelitian, Kamis (25/4/2019). - Ist/UMY.
25 April 2019 19:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kemenristekdikti bersama Lembaga Penelitian Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar workshop Peningkatan Kualitas Proposal Penelitian di salah satu hotel di Kota Jogja, Kamis (25/4/2019). Kegiatan itu diikuti para dosen yang proposalnya belum lolos seleksi dari berbagai perguruan tinggi.

Kasubdit Riset dan Terapan Kemenristekdikti Victoriana Suhartini menjelaskan dalam proses pengajuan proposal penelitian ada kompetisi untuk mendapatkan dukungan pendanaan baik dari level perguruan tinggi maupun nasional. Ia mengakui masih banyak dosen yang proposalnya tidak lolos sehingga belum mendapatkan pendanaan. Namun pihaknya tidak tinggal diam, melainkan melakukan pendampingan dengan memberikan pelatihan agar bisa menyempurnakan proposal yang diajukan.

"Ini yang kami undang dosen yang proposalnya tidak lolos pendanaan 2019, jadi mereka dengan membawa proposal masing-masing untuk disempurnakan," terangnya dalam keterangan persnya, Kamis (25/4/2019)/.

Ia menambahkan saat ini jumlah dosen di Indonesia mencapai 250.000, tetapi yang mengajukan proposal penelitian baru sekitar 12.000. Oleh karena itu pihaknya terus memotivasi dosen agar bersedia membuat proposal penelitian. Dana riset saat ini sudah mencapai Rp1 triliun terdiri dari berbagai jenis riset mulai dari riset dasar, terapan dan kapasitas riset. Dana tersebut disiapkan untuk mendukung dosen dalam melakukan riset.

"Ada penelitian terapan, ada penelitian pengembangan, terapan unggulan perguruan tinggi, masing-masing skema ada luaran wajib dan tambahan, luaran wajib diarahkan untuk menghasilkan purwa rupa yang bisa diaplikasikan ke masyarakat, hasilnya bisa dihilirisasi di masyarakat industri," katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik UMY Sukamta mengatakan, kegiatan itu diikuti para akademisi dari berbagai lembaga dan perguruan tinggi. Para peserta diberikan pendampingan langsung dengan narasumber berpengalaman untuk dapat menyempurnakan proposalnya. Pihaknya terus mendorong di internalnya agar dosen melakukan penelitian, motivasi juga terus diberikan, apalagi Kemenristekdikti menyediakan anggaran khusus untuk penelitian. 

"Selain itu penelitian itu merupakan tri dharma perguruan tinggi, untuk pengajuannya memang dikompetisikan," katanya.