Antisipasi Perceraian, Calon Pengantin Diberi Pembinaan

Ilustrasi perceraian - JIBI
25 April 2019 12:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Banyaknya kasus perceraian dan pernikahan dini di Kulonprogo menjadi alasan Kementrian Agama Kulonprogo menyelenggarakan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Kegiatan ini dilangsungkan di Aula Menoreh kantor Kemenag Kulonprogo, Rabu (24/4/2019).

Kepala Kemenag Kulonprogo, Nurudin, mengungkapkan dalam setahun sekitar 2.700 pasangan di Kulonprogo melangsungkan pernikahan. Dari jumlah itu berdasarkan data Pengadilan Agama angka perceraiannya mencapai 600 pasangan. "Tentunya ini tidak sejalan dengan tujuan perkawinan,” kata Nurudin.

Dia mengatakan untuk pernikahan dini di Kulonprogo sekitar 50 kasus per tahun. Saat ini Pengadilan Agama jarang mengabulkan dispensasi nikah di bawah umur. Karena itu bimbingan perkawinan ini sekaligus sebagai sosialisasi. "Sampaikanlah informasi ini kepada saudara, keluarga dan tetangga agar menjaga pergaulan, jangan sampai terjadi hamil di luar nikah,” ujarnya.

Nurudin berharap dalam membangun rumah tangga, semua calon pengantin bisa meluruskan niat. Niat yang ia maksud yakni niat menikah karena ibadah, sehingga masing-masing akan berusaha untuk selalu menjaga keharmonisan rumah tangganya.

Kepada calon pengantin, Nurudin mengimbau untuk saling jujur, terbuka, komunikasi, percaya, musyawarah. Selain itu juga harus saling memahami dan saling memaafkan agar tercipta keluarga yang harmonis. “Rumah Tangga akan bahagia dengan empat hal, lisan yang selalu berdzikir, hati selalu bersyukur, sabar saat terkena musibah dan antara suami-istri bisa menjaga diri dan hartanya,” ujarnya.

Terkait maraknya kasus perceraian di Kulonprogo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan KB (PMD Dalduk KB) telah menerjunkan petugas ke daerah dengan tingkat kerawanan cerai yang tinggi. Salah satunya di wilayah Kecamatan Kalibawang.

"Kamu sudah bentuk tim untuk memantau wilayah mana saja yang rawan, dengan begitu nanti bisa kami bina jika ditemukan adanya rumah tangga yang kurang harmonis," kata Kepala PMD Dalduk KB, Sudarmanto.